Corona Menerpa, Rupiah Ambruk – Kendari Pos
Sulawesi Tenggara

Corona Menerpa, Rupiah Ambruk

KENDARIPOS.CO.ID — Pandemi Virus Corona Disease 2019 (Covid-19) menghantam seluruh sendi-sendi kehidupan di tanah air. Tercatat 32 kasus meninggal dan 369 orang positif virus korona di Indonesia (sesuai data Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto, 20 Maret 2020). Tiga diantaranya ada di Sulawesi Tenggara. Pemimpin di daerah menerbitkan surat edaran untuk warganya. Negeri ini kini dijejali dengan ratusan surat edaran, kontennya semata-mata untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Interaksi sosial hingga ibadah berjamaah di rumah ibadah pun menjadi terbatas. Masyarakat diimbau tidak berada dalam titik konsentrasi massa demi memutus mata rantai potensi penyebaran Covid-19. Aktivitas sekolah diliburkan. ASN dianjurkan bekerja di rumah. Situasi ini tentu saja berpengaruh secara langsung terhadap pemenuhan kebutuhan pangan. Pemerintah bergegas meninjau stok beras di Bulog dan memantau harga di pasar. Pemerintah ingin memastikan stok bahan makanan
lebih dari cukup untuk kebutuhan masyarakat Sultra.

Langkah itu memberi energi positif sekaligus optimisme kepada masyarakat yang dilanda kepanikan setelah kedatangan 49 TKA asal Cina, Minggu (15/3) yang diduga tidak melalui prosedur karantina di Indonesia, plus setelah 3 warga Sultra dinyatakan positif Korona. Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Sultra, dr. Andi Hasna, SpA., mengimbau agar tetap tenang dan jangan panik. Sebab, panik berlebihan berpotensi menurunkan imun tubuh dan dapat memudahkan penularan virus Korona. Imun tubuh kuat demi melawan Korona. Masyarakat diminta tetap menjaga kesehatan dengan memperbanyak mengonsumsi sayur dan buah, berolahraga dan istirahat yang cukup.

Kabar baik soal pandemi Korona di Indonesia datang dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Peneliti ITB memprediksi wabah virus Korona atau Covid-19 di Indonesia akan berakhir pada pertengahan April 2020. Berdasarkan hasil simulasi dan pemodelan sederhana dapat disimpulkan bahwa Indonesia akan mengalami puncak jumlah kasus harian Covid-19 pada akhir Maret dan berakhir pertengahan April 2020, dengan kasus harian baru terbesar berada di angka sekitar 600. Salah satu tim peneliti pada Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi (P2MS) ITB, Nuning Nuraini mengatakan, penelitian dilatarbelakangi oleh kasus Covid-19 di Indonesia yang menjadi bagian dari pandemi global dan telah melahirkan berbagai riuh rendah serta kontroversi apakah tindakan yang diambil telah cukup untuk menangkal penyebaran lebih lanjut, atau kah terlampau berlebihan.

Dalam penelitian yang menjadi jurnal ilmiah tersebut, Nuning dengan tim membangun model representasi jumlah kasus Covid-19 dengan menggunakan model Richard’s Curve yang sesuai kajian Kelompok Pemodelan tahun 2009. Model tersebut terbukti berhasil memprediksi awal, akhir, serta puncak endemi dari penyakit SARS di Hong Kong tahun 2003. Akibat pandemi Korona ini berdampak buruk terhadap pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang rupiah babak belur dihantam dolar akibat pandemi Korona. Selasa (17/3), rupiah melemah dan berada di level Rp 15.172 per dolar AS. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang dirilis Bank Indonesia pada Kamis (19/3) lalu, rupiah tercatat berada di level Rp 15.712 per dolar AS atau lebih rendah dari posisi sehari sebelumnya (Rabu,red) yang berada di level Rp 15.233. Rupiah ambyar terhadap dolar hingga menembus Rp 16. 000 per dolar AS, Jumat (20/3) WIB. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menetapkan harga beli dolar AS untuk special rate, Jumat (20/3), Rp.16.000 per dolar pada pukul 09.34 WIB.

Selisih tipis, PT. Bank Central Asia Tbk membeli dolar AS sekira Rp.15.971 per dolar pada pukul 09.56 WIB. Untuk harga jual dolar AS, Mandiri mematok harga Rp.16.400 per dolar, sedikit lebih rendah daripada BCA yang mematok harga Rp.16.421 per dolar. Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), kurs referensi per Jumat (20/3/2020) adalah Rp.16.273 per dolar AS. Kurs ini meningkat dari kurs referensi pada hari sebelumnya di level Rp.15.712 per dolar AS.

Laman: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy