Cegah Stunting, Gubernur Minta Dukungan PKK – Kendari Pos
Metro Kendari

Cegah Stunting, Gubernur Minta Dukungan PKK

KENDARIPOS.CO.ID — Penanganan stunting di Sultra perlu dievaluasi. Pasalnya, kasus stunting di Sultra terbilang tinggi. Hingga Maret 2020, sebanyak 1.472 kasus stunting yang terindentifikasi. Dari sejumlah daerah, Kolaka Utara (Kolut) dan Muna menjadi daerah penyumbang kasus terbanyak. Kolut tercatat 739 kasus sedangkan Muna 385 kasus. Gubernur Sultra, Ali Mazi meminta penanganan kasus stunting harus menjadi perhatian. Untuk itulah, ia meminta dukungan semua pihak termasuk PKK. Dengan 10 programnya, PKK bisa menjadi roda penggerak gerakan mengurangi angka stunting di Sultra. Apalagi PKK memiliki kader hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

“Saya menghimbau tim penggerak PKK Sultra agar menggelorakan semangat kaum ibu dalam mengurangi angka stunting di Sultra. Angka stunting tertinggi bukanlah daerah pelosok di pedesaan. Tetapi tertinggi di wilayah Kolut. Berartikan bukan karena tidak memiliki asupan gizi, tetapi karena gaya hidup yang tidak ingin gemuk. Jadi membahayakan anak-anak dalam kandungannya,” cetus Ali Mazi saat peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK di Rujab Gubernur kemarin.

Politisi Partai NasDem berharap PPK turut mengambil peran mengedukasi masyarakat. Dengan begitu, masyarakat bisa memahami. Sebab stunting merupakan kondisi kekurangan gizi yang dialami oleh bayi sejak dalam kandungan. Kondisi ini akan berdampak pada tinggi badan serta berat badan yang tidak sesuai. Bukan hanya itu, bayi stunting akan lambat dalam berpikit (lemot), tak seperti anak normal lainya.

“Kalau sudah menikah para ibu harus tau diri. Bagaimana asupan gizi bayi terpenuhi. Kalau banyak ibu-ibu hamil malah memilih diet. Mau kelihatan kece akhirnya mengorbankan bayi dalam kandungan. Kasihan anak-anak jadi stunting. Jadi, semua harus bisa lebih paham sehingga angka stunting di Sultra bisa di tekan,”terangnya.

Ketua TP PKK Sultra, Agista Ariyani mengatakan, saat ini program pemerintah dari pusat pun sama, bagaimana mengentaskan stunting. Tetapi ini tidak seperti membalikkan telapak tangan. Perlu ada sosialisasi kepada masyarakat. Baik itu ibu dan anak agar selalu menjaga kesehatan, asupan gizi terutama bagi ibu-ibu hamil. “Jangan sampai stunting di daerah kita makin banyak lagi,”tutupnya. (b/rah)

Kasus Stunting Anak Balita 0-59 Bulan
Tahun 2019 2.920 Kasus
Tahun 2020 1.472 Kasus
Daerah dengan Kasus Tertinggi

  1. Kolaka Utara 739 kasus
  2. Muna 385 kasus
    Sumber : Dinkes Sultra

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy