Bupati Muna Bangun 70 Km Jalur Ring Road – Kendari Pos
Muna

Bupati Muna Bangun 70 Km Jalur Ring Road

KENDARIPOS.CO.ID — Kabupaten Muna menjadi satu dari 18 pulau terluar dan tertinggal yang akan mendapat megaproyek infrastruktur jaringan jalan dari Presiden RI, Joko Widodo. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memastikan pembangunan jalur ring road sekira 70 kilometer di otorita Bupati Muna, LM. Rusman Emba. Megaproyek tersebut yang sudah dituangkan dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) periode 2020 – 2024 akan dimulai tahun depan. Achmad Zainuddin, Direktur Transportasi Bappenas menerangkan, perencanaan proyek ring road atau yang disebut trans Muna sudah dimulai tahun ini.

Bappenas bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional wilayah Sulawesi Tenggara tengah menggarap feasibility study (FS) atau uji kelayakan beserta detail engineering design (DED). Jika tak ada aral, pekerjaan fisik akan dimulai 2021. “Terpenting pembebasan lahannya sudah selesai. Tahun depan fisik kita mulai,” ujar Achmad Zainuddin saat meninjau kesiapan jalur jalan bersama Bupati Muna, LM. Rusman Emba.

Ring road Muna, kata Achmad Zainuddin akan menjadi jalur arteri bagi lalu lintas wilayah Kabupaten Muna dan sekitarnya. Ring road tersebut akan membuka jalur baru mulai dari ujung pulau Muna di Napabalano hingga ke perbatasan Buton Tengah. Namun tidak menutup kemungkinan, skema jalurnya juga akan melalui jaringan jalan kabupaten maupun provinsi. Proyek itu ditanggung anggaran pendapatan dan belanja negara dan akan diselesaikan dalam lima tahun. “Ada perhitungan efisiensi anggaran sehingga skemanya ada jalur baru dan jalur lama tinggal dinaikan statusnya. Ini kalau lahannya sudah siap, dua tahun selesai,” jelasnya.

Bupati Muna LM. Rusman Emba bersama Direktur Transportasi Bappenas Achmad Zainuddin

Bupati Muna LM. Rusman Emba menerangkan jalur ring road Muna merupakan program pembukaan jalur pesisir Muna yang telah dirintis 2018 lalu. Lobi Pemkab ke Bappenas untuk kelanjutan proyek mendapat lampu hijau. Sesuai perencanaan awal, ring road itu diutamakan melalui kawasan pesisir untuk membuka koneksi antar pemukiman dan kawasan wisata seperti Meleura, Moko dan pantai Walengkabola. “Proyeksinya jadi jalur wisata,” ungkap Rusman Emba. Rusman menerangkan, ring road Muna akan berkontribusi pada perputaran barang dan jasa. Ongkos distribusi akan ditekan dan hasil pertanian akan mudah di pasarkan ke luar pulau. Dirinya berharap, ring road akan menjadi urat nadi perekonomian daerah. “Insya allah dua atau tiga tahun proyeknya selesai,” urainya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah Kab. Muna La Mahi mengatakan proyek itu sebenarnya disebut trans Muna. Namun karena jalurnya akan melingkar ke seluruh wilayah Muna maka juga identik dengan istilah ring road. Rute ring road itu antara lain dimulai dari Tampo-Motewe-Lohia-Walengkabola dan berakhir di Desa Tanjung. Setelah itu, jalurnya kembali memutar mulai dari Desa Tanjung- Parigi-Langkumapo (Muna Barat) dan berakhir

kembali di Tampo. Ring road akan melewati wilayah Muna Barat karena lebih pendek. Ring road itu akan memangkas jarak lebih kurang 30 kilometer dari jalur awal rute Tampo dan Tongkuno. “Kalau dulu kan sekitar 70 sampai 80 kilo, kalau jalur itu selesai tinggal dibawah 50 kiloemeter,” terangnya. Ia menambahkan, untuk mendukung proyek strategis nasional tersebut, Pemkab sudah siap mengaggarkan biaya pembebasan lahan melalui APBD Perubahan atau APBD 2021. “Rencana itu sudah kami kuatkan dalam RPJMD,” pungkas Rusman Emba. (ode/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy