BI Sultra Dorong Optimalisasi Potensi Lokal – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

BI Sultra Dorong Optimalisasi Potensi Lokal

Bupati Wakatobi, Arhawi (ketiga dari kiri) bersama National Support for Local Investment Climates dan Forkopimda saat panen rumput laut di perairan Wakatobi, beberapa waktu lalu.

KENDARIPOS.CO.ID — Perekonomian Sulawesi Tenggara (Sultra) masih memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap sektor pertambangan dan Tiongkok. Informasi itu diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sultra, Suharman Tabrani, saat menjadi pembicara dalam seminar yang digelar di Auditorium Mokodompit Universitas Halu Oleo (UHO), pekan lalu.

Ia menyebut, sejak tahun 2011 hingga 2019, ekspor ke negeri Tirai Bambu mendominasi dengan persentase hingga 66,5 persen. Selanjutnya di posisi kedua yakni Korea selatan sebesar 11,2 persen, kemudian Thailand 10,5 persen, India 6,3 persen, lalu Taiwan 1,7 persen. “Keterkaitan dengan Tiongkok masih tinggi. Impor kita juga didominasi Tiongkok hingga 80,2 persen,” ujar Suharman, kemarin. Lanjut dia, perekonomian Tiongkok yang diperkirakan masih mengalami perlambatan seiring dengan dampak perluasan Covid-19, akan turut mempengaruhi ekonomi nasional termasuk Sultra.

Sementara, peran sektor pertambangan terhadap perekonomian Sultra juga sangat besar. Hal tersebut dapat dilihat dari Ekspor Sultra sejak 2011 hingga 2019 yang terdiri dari Feronikel (56 persen) dan Bijih Nikel (40,6) persen. Karenanya, penerapan larangan ekspor bijih nikel pada tahun 2020 dapat berdampak pada kinerja lapangan usaha pertambangan. “Sultra masih diperhadapkan dengan masalah serapan tenaga kerja pada sektor pertambangan yang sangat rendah. Hanya dua persen dari total tenaga kerja. Selain itu, cadangan nikel kita juga semakin terbatas,” imbuhnya.

Saat ini, kata dia, pengembangan potensi lokal menjadi salah satu fokus KPw BI Sultra untuk mendorong perekonomian Sultra. Ada sejumlah daerah yang memiliki potensi khas lokal yang dapat dikembangkan. Misalnya, Kabupaten Kolaka Utara dengan potensi bawang merahnya, Kolaka Timur dengan kakaonya, Bombana (padi sawah), Muna (tenun Masalili), Konawe Selatan (hortikultura), Buton Utara (padi organik), Wakatobi (rumput laut dan pariwisata), Kota Kendari (perikanan tangkap dan urban farming), serta Labengki (pariwisata).

“Pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga dilakukan melalui berbagai latihan seperti program Wirausaha Bank Indonesia (WUBI) dan UMKM Go Digital,” pungkasnya. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy