Bersatu Melawan Corona : Pemda, Masyarakat dan Perusahaan Wajib Ikut Kebijakan Pemerintah – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Bersatu Melawan Corona : Pemda, Masyarakat dan Perusahaan Wajib Ikut Kebijakan Pemerintah

KENDARIPOS.CO.ID — Tiga warga Sultra positif terpapar virus corona disease 2019 (Covid-19). Gubernur Sultra, Ali Mazi dan Kapolda Sultra, Brigjen Pol Merdisyam dan Forkopimda lainnya bergegas menetapkan kebijakan untuk memutus mata ratai penyebaran Korona.

Gubernur Sultra, Ali Mazi menerbitkan surat edaran bernomor 443/1390 tahun 2020 terkait percepatan penanganan Korona di Sultra. Ali Mazi menginstruksi seluruh pemerintah daerah, masyarakat dan perusahaan di Sultra agar mematuhi kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam hal penanganan Covid 19.

Gubenur Sultra Ali Mazi mengungkapkan seluruh penyelenggara pemerintahan daerah (Pemda kabupaten/kota, DPRD provinsi, kabupaten dan kota) agar memedomani Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2020 tentang gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 dan lnstruksi Presiden Nomor 4 tahun 2020 tentang refocussing kegiatan, relokasi anggaran, serta pengadaan barang dan jasa dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

Selain itu, Aparatur Sipil Negara (ASN) menyesuaikan sistem kerja dengan berpedoman pada Surat Edaran Menpan-RB Nomor 19 tahun 2020, Surat Edaran Mendagri Nomor 440/2436/SJ tahun 2020 dan Surat Edaran Gubernur Sultra Nomor 440/1344 tahun 2020. “Tidak hanya pemda, seluruh BUMN, BMUD dan perusahaan swasta yang beroperasi atau berdomisili di Sultra agar mengambil langkah-langkah

pencegahan terkait risiko penularan infeksi Covid-19, dengan mengatur sistem kerja dan dapat melakukan pekerjaan dari rumah
,” ujar Ali Mazi saat menyampaikan keterangan pers di rumah jabatan (Rujab) Gubernur Sultra, Minggu (22/3) kemarin.

Masyarakat Sultra diminta tidak melakukan kegiatan yang melibatkan orang banyak, tidak melakukan perjalanan keluar daerah kecuali untuk urusan sangat penting dan mendesak, serta telah mendapatkan izin dari pemerintah setempat, serta membiasakan pola hidup sehat dan bersih.

“Masyarakat tetap tenang, tidak panik dan selalu berdoa memohon perlindungan Allah SWT. Seluruh rumah sakit umum daerah dan rumah sakit swasta agar memastikan ketersediaan alat kesehatan dan alat kedokteran dalam penanganan korona sesuai standar dari kementerian kesehatan,” kata Ali Mazi.

Gubernur pun mengungkapkan saat ini tiga warga Sultra positif korona dan enam orang lainnya berstatus orang dalam pengawasan (ODP). “Namun semua dalam kondisi baik-baik saja dan kita doakan semua cepat membaik. Masyarakat diharapkan untuk tidak panik, patuhi semua kebijakan yang sudah dibuat oleh pemerintah,” pinta Ali Mazi.

Terkait dengan permintaan alat kesehatan dalam penanganan korona, Ali Mazi berupaya memenuhinya. “Kita sudah memesan agar kebutuhan bagi para pelayan medis dapat terpenuhi. Namun sampai saat ini, semua kebutuhan itu masih bisa teratasi. Insya Allah dalam waktu dekat semua apa yang dibutuhkan bisa terpenuhi,” ungkap Ali Mazi.

Gubernur Ali Mazi menegaskan pemerintah akan memberikan insentif kepada tenaga medis dengan risiko tinggi saat menangani pasien korona. “Tidak hanya perawat dan dokter saja, gugus tugas pun yang bekerja dalam penanganan korona kita berikan insentif sesuai kinerjanya. Termasuk Satgas Pemuda yang baru kita bentuk kemarin. Mereka akan mendapatkan Rp 200 ribu perhari sebagai insentif kerja,” janji Ali Mazi.

Sementara itu, Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam mengungkapkan maklumat Kapolri Jenderal Idham Azis terkait penanganan korona. Polda Sultra siap menjalankan maklumat Kapolri dan siap menegakan hukum dalam rangka percepatan penanganan korona di Sultra.

“Masyarakat diminta tidak lagi melakukan kegiatan sosial atau kumpul-kumpul dalam jumlah banyak. Tidak melakukan pembelian bahan pangan dalam jumlah besar atau menimbun. Masyarakat tidak menyebarkan berita yang sumbernya tidak jelas dan dapat menimbulkan keresahan,” ujar Brigjen Merdisyam.

“Berdasarkan maklumat Kapolri, apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan yang diperlukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” sambung Brigjen Merdisyam.

Demi mewujudkan hal itu, Kapolda Brigjen Merdisyam telah memerintahkan jajarannya agar turun ke lapangan memantau kondisi. “Polres hingga Polsek kita turunkan. Tempat-tempat keramaian akan dipantau terus hingga kondisi kondusif. Masyarakat diminta untuk mematuhi semua kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah, demi keselamatan dan kesehatan kita bersama,” tutup Brigjen Merdisyam. (yog/c)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy