Berebut Penumpang, Sopir Mogok – Kendari Pos
Buton Selatan

Berebut Penumpang, Sopir Mogok

KENDARIPOS.CO.ID — Para penumpang angkutan umum trayek Baubau-Batauga dan Baubau-Sampolawa terpaksa harus mencari kendaraan alternatif seperti ojek atau mobil rental. Rabu (18/3) pagi, para sopir angkutan rute tersebut melakukan aksi mogok. Mereka memarkir kendaraannya di depan Kantor Dinas Perhubungan Buton Selatan (Busel). Sopir berselisih karena masalah penumpang.

Banyak penumpang Baubau-Batauga yang naik mobil trayek Baubau-Sampolawa. Para sopir Batauga pun merasa dirugikan dengan praktik tersebut. Sementara para sopir Sampolawa berdalih, itu hak penumpang memilih angkutan meraka untuk bepergian. Masalah tersebut pun akhirnya diadukan ke Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Perhubungan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Busel, Erick Hibali, menerima aduan itu dalam rapat terbuka di kantornya. Menurut Erick, apa yang disuarakan para sopir dua trayek satu lintasan itu memang perlu dimediasi. “Kita sudah ajak diskusi tadi antara perwakilan Batauga dan Sampolawa. Memang perlu ada poin-poin yang disepakati sebagai acuan di lapangan sehingga tidak terjadi lagi perselisihan akibat perebutan penumpang itu,” katanya.

Mantan Kepala Pelabuhan Fery Amolengo-Labuan Bajo ini memastikan setelah penandatanganan kesepakatan bersama itu, keluhan sopir sudah dianggap selesai. “Jadi mereka sepakat, kalau di terminal Wameo (Kota Baubau) itu sopir wajib memuat sesuai tujuan penumpang. Kalau penumpang di jalan, misalnya mobil Sampolawa mau ambil penumpang Batauga itu boleh. Sepanjang dibelakangnya tidak ada mobil Batauga. Yang terpenting juga mereka harus mengurus izin trayek di provinsi. Tapi kami fasilitasi di sini,” paparnya.

Kasat Lantas Polres Buton, Iptu Syahrul, mengatakan, untuk memudahkan penumpang membedakan mana angkutan ke Batauga dan ke Sampolawa, maka semua sopir diminta memasang stiker pengenal di mobilnya. “Silahkan dipasang tanda di bagian tertentu mobil, supaya bisa dibedakan,” sarannya. Ia mengingatkan agar para sopir menaati ketentuan yang ada. Jika ada masalah, koordinator masing-masing akan bertanggung jawab.

“Kalau ada yang melanggar, laporkan saja kita akan tindak. Karena sudah ada kesepakatan bersama, masing-masing koordinator sudah bertanda tangan,” tegas Iptu Syahrul. Mantan Kepala Samsat Baubau ini menambahkan, semua sopir harus mematuhi poin-poin yang telah disepakati. Terutama urusan izin trayek dan surat-surat kendaraannya. “Tadi terungkap kalau masih banyak yang belum punya izin trayek. Oleh Dishub Provinsi dikasih waktu tiga bulan. Lewat dari itu, hati-hati saja kalau kami razia,” ancamnya. (b/lyn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy