Berantas Angkutan ODOL, BPTD Sultra Gelar Operasi – Kendari Pos
Metro Kendari

Berantas Angkutan ODOL, BPTD Sultra Gelar Operasi

Petugas Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVIII Sultra
mengecek kendaraan di jalur Abelisawa, Kamis (5/3). Dalam operasi, lima kendaraan
mengakut material di atas kapasitas

KENDARIPOS.CO.ID — Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVIII Sultra mulai memberantas angkutan Over Dimension Over Loading (ODOL). Kamis (5/3), tim khususnya melakukan swipping di seputaran Abelisawa. Saat dilakukan pengecekan, lima kendaraan mengakut material di atas kapasitas.

Kepala BPTD XVIII Sultra, Benny Nurdin Yusuf mengatakan operasi pemberantasan ODOL dilakukan selama tiga hari dengan lokasi yang berbeda-beda. Abeli Sawah dijadikan lokasi lantaran menjadi jalur startegi kendaraan lintas provinsi maupun kabupaten/kota. Lokasi ini merupakan perbatasan Kota Kendari dan Konawe yang juga merupakan jalur tasportasi Kendari-Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Kendari-Kolaka.

“Kendaraan-kendaraan yang melewati ambang batas yang tidak ditentukan oleh aturan kita akan berikan tindakan. Tindakan sendiri bisa berupa teguran, tilang ataupun ke depan dari kegiatan ini tidak ada efek jera maka kita akan berikan tindakan yang lebih tegas lagi,” katanya.

Operasi ini kata dia, akan terus dilakukan. Upaya ini tak lain untuk menciptakan keselamatan transportasi. Yang pastinya, pihaknya ingin mendorong pengendara angkutan di Sultra mentaati aturan. “Penegakan hukum ini tidak semata-mata kita lakukan hanya untuk memberantas kendaraan angkutan yang ODOL saja. Tetapi penegakan ini kami lakukan sebagai upaya memberikan efek jerah kepada supir angkutan baik barang maupun penumpang,” tegansya.

Untuk itu, dia meminta seluruh supir angkutan agar mematuhi regulasi yang ada, khususnya ketika beroperasi. Apalagi pada angkutan penumpang yang menggunakan pelat kendaraan berwarna hitam. Ada yang tidak memasang Alat Pemantul Cahaya (APC) dan tidak memasang segitiga angkutan barang.

Lokasi-lokasi yang menjadi sasaran penegakan hukum adalah pelabuhan penyeberangan, Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB), serta jalanan-jalanan yang marak dilalui kendaraan angkutan. “Karena, lokasi tersebut merupakan lokasi yang rawan terjadi pelanggaran di bidang lalu lintas dan angkutan jalan,” ucapnya. (c/rah)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy