Beli di SPBU Kendari dan Kolaka, 15.000 Liter BBM Selundupan untuk Tambang Diamankan – Kendari Pos
Hukum & Kriminal

Beli di SPBU Kendari dan Kolaka, 15.000 Liter BBM Selundupan untuk Tambang Diamankan

KENDARIPOS.CO.ID — Polres Konawe Utara (Konut) berhasil menggagalkan tiga unit mobil penyelundup bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. BBM ini diduga akan didistribusikan dilokasi pertambangan yang ada di wilayah Konut. Kapolres Konut, AKBP Achmad Fathul Ulum melalui Kasatreskrim, Iptu Rachmat Zamzam menuturkan penyelundupan BBM jenis solar itu, rencananya akan diperjual belikan dilokasi tambang. “Ada tiga unit kendaaran yang kami tangkap. Satu mobil memuat masing-masing 5000 liter. Dengan total keseluruhan 15.000 liter,”tegas mantan Kasatreskrim Polres Konawe itu, Selasa (3/3/2020)

Mantan Kapolsek Tinanggea itu menuturkan modus yang dilakukan para pelaku dengan cara membeli BBM jenis solar di SPBU yang ada di Kota Kendari. Yakni PT Japitri Jaya Abadi dan Roy Anugerah Sejahtera. Sedangkan PT Sarana Sasco Energi membeli solar di SPBU yang di Kabupaten Kolaka. “Modusnya mereka membeli, lalu ditampung. Setelah berjumlah 5000 liter, lantas dibawah di Konut untuk dijual. Alhamndulillah, belum sempat diperjual belikan, kami dari Polres Konut berhasil menggagalkan,”sambung mantan Kapolsek KP3 Kendari itu.

Kasatreskrim Polres Konut, Iptu Rahmat Zamzam (kemeja putih) saat menunjukan barang bukti dan pelaku penyelundupan BBM jenis solar di Konut.

Pengungkapan BBM jenis solar tersebut berhasil digagalkan tim Polres Konut pada Senin, sekitar pukul 06.00 wita. Dari hasil introgasi, para pelaku menjual BBM jenis solar dilokasi pertambangan dibandrol dengan harga Rp 50 juta untuk satu tangki atau setara 5 ton. Penyelundulan BBM di Konawe Utara, kata, Iptu Rachmat Zamzam merupakan informasi yang disampaikan oleh masyarakat, yang selanjutnya ditindaklanjuti melalui perintah Kapolres Konut. “Makanya kami selalu melaksanakan patroli rutin. Ini juga komitmen kami untuk memberantas penyelundupan BBM di

Konut,”tegasnya.

Pelaku berinisial E, M dan B. Dua diantaranya berdomisili di Kota Kendari, dan seorang dari Kolaka diancam hukum pidana 10 tahun, dengan sangkaan pasal 55 tentang penyalahgunaan BBM bersubsidi nomor 22 tahun 2001. “Kami akan melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Karena dari keterangan awal mereka hanya sebagai sopir, yang membawa BBM. Makanya, kami akan kejar, termasuk manajemen perusahaan,”pungkasnya. (b/min)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy