BEI Terapkan Batas Auto Rejection Baru – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

BEI Terapkan Batas Auto Rejection Baru

Kantor Perwakilan BEI Sultra yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kendari.

KENDARIPOS.CO.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berturut-turut mengalami pelemahan dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, pada perdagangan Senin (9/3) lalu, IHSG anjlok hingga 6,58 persen ke level 5.136,80.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan perubahan batasan auto rejection yang baru. Perubahan ini berdasarkan Surat Perintah Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor S-273/PM.21/2020 tanggal 9 Maret 2020 perihal Perintah Mengubah Batasan Auto Rejection pada Peraturan Perdagangan di Bursa Efek dan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00023/BEI/03-2020 perihal Perubahan Batasan Auto Rejection.

“Ini untuk menyikapi pergerakan harga saham yang kurang baik beberapa hari terakhir karena disebabkan oleh Covid-19, turun drastisnya harga minyak, dan lain-lain,” ujar Pelaksana Harian Kepala Kantor Perwakilan BEI Sulawesi Tenggara (Sultra), Ricky, kemarin.

Lanjut dia, pemberlakuan perubahan ketentuan batasan auto rejection diharapkan mendorong terlaksananya perdagangan efek (saham) yang teratur, wajar, dan efisien. Ketentuan tersebut berlaku efektif sejak 10 Maret 2020 sampai dengan batas waktu yang ditetapkan kemudian.
Dengan perubahan ini, maka auto rejection akan berlaku terhadap harga penawaran jual atau permintaan beli saham yang dimasukkan ke Jakarta Automated Trading System (JATS).

Ricky menjelaskan, untuk saham dalam rentang Rp 50 sampai Rp 200, batas atas yang diterapkan ialah lebih dari 35 persen dan 10 persen untuk batas bawah. Kemudian, saham dengan harga lebih dari Rp 200 sampai Rp 5.000, batas atas yang ditentukan BEI lebih dari 25 persen dan 10 persen untuk batas bawah. Lalu, untuk harga saham bagi saham yang berada di atas level Rp 5.000, BEI menetapkan batas atas lebih dari 20 persen dan 10 persen untuk batas bawah.

“Aturan ini dibuat agar batas penurunan saham per hari maksimal 10 persen saja. Sederhananya, waktu normal saham itu bisa naik dan turun di persentase yang sama. Contohnya, 20 persen, 25 persen, dan 35 persen. Kalau sekarang, maksimal turunnya 10 persen per hari. Kalau terjadi penurunan yang lebih dalam dari itu, maka otomatis akan tertolak,” urainya.

Penerapan kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat IHSG. “Kami harapkan seperti itu (menguat). Pada Selasa (10/3), terbukti indeks ditutup di level 5.220, menguat 84,01 poin atau 1,64 persen,” pungkasnya. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy