Angka ODP di Sultra Melonjak Tajam – Kendari Pos
Metro Kendari

Angka ODP di Sultra Melonjak Tajam

KENDARIPOS.CO.ID — Data orang dalam pengawasan (ODP) di Sultra terus bertambah. Berdasarkan data, setidaknya mencapai 2. 049 orang, dengan Kota Baubau memiliki angkat OPD tertinggi. Untuk mempercepat penanganan virus corona, pemerintah pusat akan mendatangkan sejumlah alat kesehatan dari China.

Juru Bicara Penanganan Covid 19 Sultra, dr Rabiul Awal mengatakan telah berkomunikasi dengan Jubir Nasional Covid 19. Hasilnya, Sultra kebagian bantuan rapid test. Hanya saja, ia belum memastikan jumlahnya. Hingga kini, pusat belum memberi konfirmasi tidak hanya jumlah dan waktu pengirimannya.

“Pada prinsipnya kita juga akan melakukan Rapid test di Sultra. Kapan, kita belum bisa pastikan. Kita
tunggu bantuan itu dikirim ke Kendari.

Menyangkut kebutuhan alat kesehatan penanganan wabah corona di Sultra tidak mengalami kendala. Semua kebutuhan telah dipenuhi dan masih bertahan untuk melakukan penanganan corona di Sultra,”katanya saat ditemui awak media di Posko Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Sultra kemarin.

Jumlah ODP capai 2.049 orang. Sedangkan yang selesai dalam pemantauan itu sebanyak 48 orang dan orang yang masih dalam
pemantauan itu sebenyak 2.001 orang. Daerah yang memiliki angka ODP tertinggi itu berada di daerah Baubau dengan 480 orang, kemudian Buton Selatan 438 orang dan Bombana 271 orang.

“Untuk angka Pasien Dalam Pemantauan itu berjumlah 15, masing-masing Kolaka satu orang, Konawe tiga orang, Kendari 10 orang dan Baubau itu satu orang. Saat ini, PDP yang meninggal dunia itu masih satu orang asal Kolaka. Hingga kini, pasien yang positif Covid 19 masih tetap berjumlah 3 orang, dari Konawe 2 orang dan Kendari 1 orang,” imbuhnya.

Pria yang karib disapa dokter Wayong ini pun menjelaskan lonjakan ODP yang begitu siginifikan berdasarkan data surveillance yang dilakukan. “Itu semua ada datanya. Hasilnya meningkat karena hasil penelusuran rekam jejak kontak masyarakat terhadap PDP atau pun ODP,” jelasnya.

Selain itu, tingginya angka ODP itu karena sejumlah masyarakat yang memeriksankan diri itu juga memenubi kriteria klinics. “Punya gejala dewam atau riwayat demam, nyeri ditenggorokan dan habis melakukan perjalanan luar negeri atau daerah yang terdampak Covid 19,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, dr Andi Hasna mengungkapkan bahwa Sultra mendapatkan bantuan
dari Kementerian Kesehatan sebanyak 100 buah alat medis atau cover all untuk menangani Covid 19 di Sultra. “50 untuk RS Bahteramas sebagai RS rujukan Covid 19 dan 50 lainnya sebagai stok di Dinas Kesehatan Provinsi Sultra. Jumlah itu sampai saat ini dinilai cukup,” pungkasnya. (b/yog)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy