Amien Rais Tersingkir, Pengamat: Kemungkinan Lahir Partai Baru Pecahan PAN – Kendari Pos
Nasional

Amien Rais Tersingkir, Pengamat: Kemungkinan Lahir Partai Baru Pecahan PAN

SUTRISNO BACHIR – AMIEN RAIS


KENDARIPOS.COL.ID — Tuah pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Amin Rais tak lagi mangkus (mustajab). Sesepuh PAN itu tersingkir dari posisinya sebagai ketua dewan kehormatan dalam komposisi pengurus DPP PAN periode 2020-2025. Adalah mantan Ketua Umum DPP PAN, Sutrisno Bachir yang menggantikan Amien Rais. Lihat grafis.

Meski tersingkir dari partai yang didirikannya, trah Amien Rais diakomodir Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas) dalam komposisi DPP PAN. Dua anak Amin Rais, yakni A.Hanafi Rais duduk sebagai Wakil Ketua Umum, dan Mumtaz Rais sebagai Ketua DPP PAN.

Pengamat Politik Sulawesi Tenggara, Dr.Muh. Najib Husain menilai, terdepaknya Amien Rais (AR) dari susunan pengurus DPP PAN periode 2020-2025, merupakan konsekuensi dari keputusannya tidak mendukung Zulkifli Hasan (Zulhas) atau tidak netral saat kongres pemilihan ketua umum PAN di Kota Kendari.

“Tapi di satu sisi, kehilangan sosok AR tidak akan terlalu berpengaruh signifikan bagi PAN. Kekuatannya sekarang tidak lagi seperti dulu. Sehingga ini menjadi pertimbangan Zulhas tidak memasang AR karena melihat bahwa posisi AR tidak lagi kuat untuk membesarkan PAN,” ujar Dr Najib kepada Kendari Pos, Rabu (25/3) kemarin.

Meski demikian, menurutnya, seharusnya Zulhas tetap memasukkan AR di jajaran Dewan Kehormatan untuk menjaga keutuhan partai. Sebab, ada kemungkinan terjadi perpecahan di tubuh PAN sebagaimana partai politik (Parpol) lainnya yang pernah terpecah pasca kongres. Terlebih Amien Rais dinilai masih memiliki banyak loyalis di PAN yang mendukungnya untuk mendirikan partai baru.

Kata Dr.Najib, sudah lumrah terjadi pada parpol di Indonesia ketika terjadi keretakan, maka lahir partai baru. Tidak mengherankan memang, mengingat rendahnya loyalitas kader terhadap partai saat ini. Ikatan yang terbangun lebih didasarkan pada kepentingan ketimbang kesamaan ideologi. “Antara partai dan orang-orang yang ada di dalamnya tidak terjalin ikatan ideologi yang jelas. Orang masuk partai seperti ‘kutu loncat’ saja. Di mana posisi yang aman, di situ dia bernaung. Tidak melihat apakah ideologi partai sejalan dengan ideologinya. Ini yang hilang di partai saat ini,” imbuh Dr.Najib.

Dosen Fisip Universitas Halu Oleo (UHO) itu menilai dua anak AR yang menduduki jabatan penting di DPP PAN, yakni Hanafi Rais dan Mumtaz Rais hanya untuk mengakomodir kubu Amien Rais. “Posisinya kurang strategis. Harusnya bisa menjadi sekretaris. Ini salah satu upaya Zulhas untuk meredakan ketegangan dengan Amien Rais. Namun, ini tidak menjadi jaminan akan meredanya perpecahan di internal PAN,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPW PAN Sultra, Abdurrahman Shaleh menganggap Amien Rais tak masuk dalam komposisi pengurus DPP PAN merupakan hal wajar dan sah-sah saja terjadi. Menurutnya penentuan posisi ketua dewan kehormatan adalah hak prerogatif Ketua Umum PAN, Zulhas.

“Pak Zulhas sudah pasti menyusun (pengurus) secara matang. Buktinya dua anak Amien Rais, yakni Hanafi Rais dan Mumtaz Rais masuk dalam jajaran pengurus. Pasti sudah direncanakan dan diputuskan bersama,” kata Abdurrahman Saleh kepada Kendari Pos, Rabu (25/3) kemarin.

Politisi senior PAN Sultra ini berharap siapapun yang telah ditunjuk sebagai pengurus DPP harus memegang prinsip membesarkan partai. Menghimpun kekuatan yang dimiliki untuk mewujudkan target menjadi 3 besar partai pemenang Pemilihan Umum 2024.

Pelantikan dan Rakernas Ditunda

PAN mengumumkan susunan kepengurusan PAN 2020-2025, Rabu (25/3), di kantor DPP PAN, Jakarta Selatan. Kepengurusan ini merupakan hasil Kongres PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara, yang kemudian telah didaftarkan dan terdaftar di Kemenkumham.

Pengumuman disampaikan langsung Ketua Umum PAN Zulhas, dan disiarkan langsung lewat Facebook PAN. Zulhas mengatakan PAN memilih mengumumkan lewat media, dan membatalkan pelantikan yang sedianya akan digelar bersamaan dengan rapat kerja nasional (rakernas) I, karena wabah corona.

“Kami mengikuti imbauan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan juga melihat musibah bersama, oleh karena itu PAN memutuskan kami hanya sampaikan menyampaikan pengumuman pengurus melalui media. Jadi, acara pelantikan, rakernas kami tunda sampai waktu yang belum ditentukan,” kata Zulkifli didampingi beberapa pengurus PAN.

Zulhas menyatakan sebenarnya PAN sudah menyiapkan acara pelantikan sekaligus rakernas, bahkan Presiden Joko Widodo juga sudah diundang dan akan bersedia hadir. Namun, Zulhas mengatakan karena persoalan korona, pelantikan dan rakernas itu ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. “Kami patuh, kami ikut, kami fokus untuk menghadapi Covid-19. Kami tunda rakernas dan pelantikan pengurus sampai waktu yang belum ditentukan,” ujarnya.(uli/ags/b/jpnn)

Laman: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy