Alternatif Media Pembelajaran di Sekolah, Oleh: Imaludin Agus, M.Pd – Kendari Pos
Opini

Alternatif Media Pembelajaran di Sekolah, Oleh: Imaludin Agus, M.Pd

Imaludin Agus, M.Pd


KENDARIPOS.CO.ID — Media secara harfiah diartikan sebagai perantara atau kurir. Layaknya seperti kurir, maka ada sebuah barang yang dibawa dari si-pengirim kepada si-penerima atau dalam istilah coding media, ini bertugas untuk membawa pesan dari sender to receiver. Tentu, untuk membawa barang/pesan agar tetap aman sampai pada tujuan, dibutuhkan metode/alat/teknik yang tepat. Metode/alat/teknik tersebut harus sesuai dengan kondisi lingkungan, di mana kurir berada. Begitu pula dalam pembelajaran.

Pembelajaran diartikan sebagai proses interaksi antara sumber belajar (guru, buku, dll), dengan peserta didik. Di mana sumber belajar sebagai sumber informasi dan peserta didik sebagai penerima informasi. Agar informasi tersebut dapat diterima dengan baik oleh peserta didik, maka diperlukan perantara atau media pembelajaran yang tepat. Oleh karena itu, si-pengirim informasi harus mampu memilih media yang baik dan benar. Media yang baik adalah media pembelajaran menarik, menyenangkan, kontekstual dan kekinian (uptodate). Kata “kekinian” tidak terlepas dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi (IPTEK). Media pembelajaran harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi. Salah satu media populer produk perkembangan IPTEK adalah media sosial. Media sosial yang sering digunakan dikalangan pelajar saat ini adalah facebook, twitter, instagram, youtube, whatsapp, dll.

Penggunaan media sosial (medsos) sebagai media pembelajaran bagi peserta didik menjadi sebuah alternatif yang dapat dipilih. Hal ini dilandasi oleh: Pertama, perkembangan IPTEK melaju sangat cepat, yang diiringi dengan peningkatan penggunaan media sosial. Media sosial saat ini tidak hanya menjadi sarana berkomunikasi. Namun dimanfaatkan pula untuk berbagai aktivitas, baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun pendidikan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh we Are Social yang bekerja sama dengan Hootsuite, bahwa tahun 2018 pengguna media sosial di Indonesia sebanyak 130 juta jiwa atau 49% dari jumlah penduduk Indonesia. Tidak hanya itu, rata-rata penggunaan media sosial setiap harinya selama 3 jam 23 menit. Dari seluruh pengguna tersebut, termaksud diantaranya peserta didik mulai dari sekolah dasar sampai pada perguruan tinggi. Dengan merujuk data tersebut maka media sosial menjadi tempat yang sering di kunjungi oleh masyarakat Indonesia.

Hal ini berbanding terbalik dengan kebiasaan membaca yang hanya menduduki peringkat 60 dari 61 negara yang dijadikan sampel oleh UNESCO. Kedua, media sosial sangat disenangi oleh peserta didik. Hal ini didasarkan pada hasil studi yang dilakukan oleh Essay Writing Service UK yang menemukan fakta bahwa alasan utama media sosial menarik adalah (1). Lebih kekinian; (2) komunikasi lebih efektif; (3) dapat mencari opini; dan (4). penggunaannya menyenangkan. Ketiga, menurut teori belajar, peserta didik akan mudah menerima materi pelajaran bila mereka menyenanginya. Sehingga lebih bermakna serta dapat menumbuhkan daya ingat jangka panjang (long time memory). Untuk mewujudkan pembelajaran yang dimaksud maka penggunaan media sosial sebagai media pembelajaran menjadi sangat relevan.

Keempat, media sosial mampu mengakomodir semua tipe belajar peserta didik baik itu visual, audio maupun audio-visual, sehingga mereka dapat dengan mudah memahami setiap informasi yang diberikan. Kelima, media sosial, sangat mudah dijumpai oleh peserta didik, sehingga akan lebih mudah untuk dioperasikan/digunakan dan dapat meningkatkan ide-ide kreatif peserta didik dalam proses pembelajaran dikelas.
Memperhatikah fakta-fakta yang telah dipaparkan diatas, maka internalisasi media sosial sebagai media pembelajaran merupakan sebuah keniscayaan. Media sosial menjadi sangat potensialuntuk menumbuhkan minat belajar peserta didik, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajarnya.

Namun, dalam penggunaan media sosial sebagai media pembelajaran di sekolah memiliki tantangan tersediri. Tantangan tersebut dapat berupa: (1).Penggunaan media sosial belum diarahkan untuk media pembelajaran di sekolah, akan tetapi hanya digunakan untuk eksistensi diri; (2). Pemahaman guru terhadap penggunaan media sosial sebagai media pembelajaran masih belum maksimal; dan (3). Penggunaan media sosial bagi peserta didik sulit untuk dikontrol, sehingga dikhawatirkan dapat digunakan untuk hal-hal yang negatif. Untuk menyikapi tantangan tersebut maka harus didesain media pembelajaran berbasis media sosial yang aman dan tepat untuk di sekolah.

Sehingga, media sosial berguna sebagai media pembelajaran yang diharapkan. Cara yang dapat digunakan yaitu: 1.) Menggunakan media sosial sebagai sarana menyampaikan semua bentuk informasi tentang proses pembelajaran di sekolah; 2). Guru dapat membagikan seluruh bahan pelajaran baik berupa teks, gambar, maupun video kepada peserta didik melalui media sosial; 3). Guru dapat membuat tutorial pembelajaran kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan media sosial, sehingga peserta didik lebih tertarik untuk belajar; 4). Guru dapat menugasi peserta didik untuk membuat proyek pembelajaran berbasis media sosial, misalnya video yang akan diunggah di akun youtube. Dengan demikian peserta didik dapat menggunakan media sosialnya secara positif. Berdasarkan paparan yang diutarakan tersebut, maka media sosial yang penyebarannya sangat pesat dikalangan pelajar harus mampu diambil sisi positifnya, sehingga dapat digunakan sebagai media untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Untuk mewujudkan hal itu, diperlukan kerjasama semua pihak, khususnya sumber daya manusia yang ada di sekolah untuk dapat mengoptimalkan penggunaan media sosial secara positif. Selain itu, pemerintah melalui lembaga pendidikan mampu mengedukasi peserta didik tentang penggunaan media sosial secara bijak. (*)

*Penulis adalah Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kendari

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy