7.341 Petani Jagung di Muna Ikut Kerja Sama Korporasi – Kendari Pos
Muna

7.341 Petani Jagung di Muna Ikut Kerja Sama Korporasi

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna mulai menindaklanjuti hasil memorandum of understanding (MoU) bersama perusahaan pertanian dalam pengembangan jagung kuning. Pemkab menargetkan 7.341 petani jagung akan ikut dalam kerja sama pengembangan pertanian berbasis korporasi tersebut. Target lahan yang akan digarap mencapai 8.000 hektare.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Muna, La Ode Anwar Agigi, menargetakan, seluruh petani jagung akan ikut dalam kerja sama korporasi tersebut. Sosialisasi sudah mulai dilakukan dan akan diikuti pendataan bagi yang bersedia. Selanjutnya akan dilakukan pengukuran lahan petani untuk mengetahui luasan lahan yang tersedia. “Setelah itu, akan ada penandatanganan MoU kemitraan antara petani, Pemkab dan PT. DNA,” jelasnya, Selasa (17/3).

Mantan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Muna itu menjelaskan, pertanian jagung akan menggunakan pendekatan korporasi. Sistem itu akan menggabungkan usaha tani ke dalam satu manajemen bersama antara petani, Pemkab dan perusahaan. Ada sistem operasional prosedur yang disepakati bersama dalam melaksanakan seluruh tahap pengembangan. Mulai dari penyiapan lahan, masa tanam, perawatan dan pasca panen. “Jadi ada SOP yang mengatur supaya bisnis ini terkoordinir,” terangnya.

Ilustrasi petani jagung

Pola kerja sama antara perusahaan dan petani tidak akan memakai sistem hak guna usaha. Petani tetap akan menguasai lahan masing-masing. Perusahaan hanya meminta agar petani konsisten menanam satu komditas yakni jagung kuning dengan pendampingan dan pengawasan perusahaan. “Ini bukan HGU, jadi tidak usah khawatir soal lahan,” jelasnya.

Perusahaan kata dia, hanya meminta disiapkan satu kawasan utama sebagai learning center dengan luas 500 hektare. Lokasi itu menjadi pusat percontohan pengembangan jagung yang bisa dijadikan tempat belajar bagi petani maupun penyuluh. “Kita sedang susun calon lokasinya. Ada beberapa opsi yaitu di Kabangka, Parigi, Watopute dan Muna Timur,” ujarnya.

Pemkab menargetkan masa tanam akan dimulai Oktober 2020 dan Maret 2021 mendatang. Untuk sementara, target produksi dari kerja sama itu berkisar 16.000 ton. Target pasar sendiri menyasar negara Filipina dan Korea Selatan. “Kita berharap ini berhasil,” pungkasnya. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy