40 Tahun Terpisah, Pemkot Kendari Pertemukan Sidonya Takasili Dengan Keluarganya – Kendari Pos
Nasional

40 Tahun Terpisah, Pemkot Kendari Pertemukan Sidonya Takasili Dengan Keluarganya

Ketua TP PKK Kota Kendari, Hj. Sri Lestari (lima dari kanan) saat melepas kepulangan Sidonya Takasili (enam dari kanan) yang dijemput anaknya, Marlin Takasili (tiga dari kiri) dan keluarganya kembali ke kampung halaman di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Kamis (12/3).

KENDARIPOS.CO.ID — Marlin Takasili (50), warga Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara terhempas dalam kerinduan kepada sang ibu sangat lama. 40 tahun dia tak merasakan kasih sayang seorang ibu. 40 tahun bukan waktu yang singkat. Meski begitu, dia beruntung. Di usia setengah abad, Marlin masih diberi kesempatan bertemu dengan ibunya, Sidonya Takasili (65).

Marlin Takasili seketika berlari menuju pelukan ibunya, Sidonya Takasili kala dipertemukan Rabu (11/3) lalu. Keduanya larut dalam peluk hangat, beberapa saat lamanya. Marlin menumpahkan kerinduannya kepada sang ibu. Tandas sudah seluruh kerinduan yang terpendam selama 40 tahun. 40 tahun pula Marlin tak merasakan belaian tangan ibu. Mereka terpisah seribuan kilometer, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tenggara. Bahagia dan haru membalut hati Marlin Takasili. Begitu pula sang ibu, Sidonya Takasili.

Marlin berkisah, terpisah dengan ibunya ketika berusia sekira 10 tahun. Sidonya Takasili meninggalkannya. “Saya tidak ingat persis kejadiannya. Karena saya masih kecil, ketika ibu saya pergi. Sudah sekitar 40 tahun kalau saya hitung. Sepanjang itu juga saya terus mencari. Saya kira ibu sudah tidak ada lagi,” tutur Marlin kepada Kendari Pos, Kamis (12/3) di Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Kendari.

Kali pertama mengetahui keberadaan ibunya setelah mendapat informasi dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (10/3). Marlin terkejut dan segera menghubungi kerabatnya yang lain sembari mengabarkan bahwa ibunya yang sudah lama dia cari ternyata masih hidup dan berada di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

“Saya langsung kabari paman (kakak Sidonya Takasili) dan beberapa keponakan. Dan hari Selasa itu kami berangkat dari Minahasa menuju Manado lalu ke Kendari berdasarkan petunjuk dari Dinsos Minahasa dan Dinsos Kota Kendari Kendari,” tutur Marlin.

Setibanya di Kendari, Marlin langsung menyambangi Rumah Singgah Dinsos Kota Kendari. Di sana, Sidonya Takasili diinapkan sementara setelah dipindahkan dari tempat tinggal sebelumnya oleh pekerja sosial Dinsos Kendari. Marlin mengaku, bersama pamannya langsung mengecek apakah betul wanita yang sudah puluhan tahun menghilang itu adalah ibunya.

“Paman bilang ini adikku, saya terharu mendengarnya. Karena saya kira ibu sudah tidak ada. Saya bersyukur kepada Tuhan yang masih memberi kesempatan bertemu ibu. Saya ucapkan terima kasih kepada Pemkot Kendari dan beberapa lembaga yang membantu dan memfasilitasi pertemuan ini. Saya tidak akan pernah lupa dan saya berjanji merawat ibu sampai nanti,” kata Marlin sambil menyeka bulir bening membasahi pipinya.

Adalah Pekerja Sosial Dinsos Kendari Mas Abdi, sosok yang berhasil mempertemukan dua insan yang terpisah puluhan tahun. Mas Abdi
tidak menyangka jika Sidonya masih punya keluarga. Ia iba melihat Sidonya yang setiap hari mondar mandir di kawasan Pasar Anduonohu dan disekitaran Jalan Madusila.

Laman: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy