Waspada Teror Aedes Aegypti di Musim Hujan : Cegah dengan Cara Ini – Laman 2 – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Waspada Teror Aedes Aegypti di Musim Hujan : Cegah dengan Cara Ini

DBD Intai Masyarakat Kendari

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Rachmaningrum mengungkapkan, periode Januari-Februari 2020, hampir setiap hari ada temuan maupun laporan dari masyarakat yang terjangkit DBD. “Untuk angka pastinya, saya belum tahu persis. Namun berdasarkan temuan dari tim fogging dan juga laporan masyarakat, dalam sehari selalu ada kasus DBD yang menjangkit warga Kota Kendari,” jelasnya, kemarin.

Menurutnya, Kota Kendari merupakan daerah endemik DBD. Artinya, dari tahun ke tahun, ada kasus DBD yang ditemukan, di setiap kecamatan hingga kelurahan yang ada di Kota Kendari. “Untuk periode Januari-Maret, memang merupakan fase puncak perkembangan kasus DBD, dibandingkan bulan lainnya. Sehingga, masyarakat diimbau waspada pada fase ini,” tuturnya.

Diakuinya, penyakit DBD dipengaruhi dari faktor lingkungan. Khususnya, pada saat musim hujan, populasi nyamuk bertambah banyak karena adanya genangan air di lingkungan sekitar. Nah, genangan air inilah yang dapat menyebabkan telur nyamuk mengering saat musim kemarau berkembang menjadi jentik atau larva, selanjutnya menjadi nyamuk dewasa. “Sebenarnya, perkembangan DBD dikarenakan ada virus, ada penderita dan ada nyamuk. Nah, kalau ada virus, dan penderita namun tidak ada nyamuk pembawa virus ini, maka kasus DBD akan menurun secara drastis,” terangnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, sepanjang tahun 2019, kasus DBD berada pada kisaran 436 kasus. Angka ini menurun jika dibandingkan dengan tahun 2018-2016 lalu. “Kasus DBD terparah untuk Kota Kendari itu pada saat 2016. Kasus temuan DBD, berada pada kisaran 1.000 kasus,” ujarnya.

Perempuan berhijab ini menambahkan, cara mengantisipasi demam berdarah dilakukan dengan tetap melaksanakan pola 3M (menguras, menutup, dan mengubur). “Kebanyakan kita begitu familiar dengan pola ini. Akan tetapi, coba kita renungkan, sudahkah kita totalitas menerapkan langkah pencegahan. Mulailah rajin menguras bak penampungan air, setidaknya seminggu sekali. Bersihkan pula wadah penampung air lainnya seperti pot bunga, ember, gentong, kolam, dan sebagainya. Lalu, tutup rapat bak penampungan air dan kubur setiap barang bekas yang rawan menjadi sarang nyamuk berkembang biak,” tuturnya.

Laman: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy