Waspada Teror Aedes Aegypti di Musim Hujan : Cegah dengan Cara Ini – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Waspada Teror Aedes Aegypti di Musim Hujan : Cegah dengan Cara Ini

KENDARIPOS.CO.ID — Virus Corona jadi trending topik belakangan ini. Bikin heboh seantero dunia. Termasuk di Sulawesi Tenggara (Sultra). Padahal, peristiwanya jauh di Negeri Tirai Bambu, Cina. Jangan lupa, ada “makhluk” lain di sekitar yang tak kalah berbahaya. Namanya, Aedes Aegypti. Jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue. Penyebab penyakit demam berdarah.

Makhluk bermoncong runcing ini juga merupakan pembawa virus demam kuning (yellow fever), chikungunya, dan demam Zika. Dibanding Virus Corona, Aedes Aegypti tak kalah berbahaya. Sebab, selain muncul musiman, korbannya juga banyak. Malah banyak yang meninggal. Catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sultra, sepanjang 2019, terjadi 1.313 kasus DBD di 17 kabupaten/kota. Enam orang diantaranya meninggal dunia.

Awal tahun ini, teror Aedes Aegypti mulai kelihatan. Sepanjang Januari 2020, tercatat sudah seratusan orang terkena Demam Berdarah Dengue (DBD). Paling banyak terjadi di Kolaka. Jumlahnya, 40 kasus. Kota Kendari: 34 kasus. Konawe Selatan: 26 kasus. Selebihnya lihat grafis. Di bulan Februari ini, korban berpotensi bertambah. Sebab, prediksi Stasiun Meteoroligi Kelas II Maritim Kendari, intesitas hujan akan meningkat. Pun di bulan Maret mendatang. Sesuai kebiasannya, Aedes Aegypti paling suka “meneror” di musim penghujan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sultra, Andi Hasnah tak menampik kalau DBD masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Tak terkecuali di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Pasalnya, per Januari 2020, hampir setiap Rumah Sakit (RS) menangani masalah itu. “Dalam sebulan terakhir, memang hampir setiap rumah sakit menangani pasien DBD ini. Makanya, perlu diantisipasi. Apalagi sekarang sudah memasuki musim hujan. Perlu diwaspadai,” ungkap Andi Hasnah, kemarin.

Kepala Seksi Penyakit Menular, Dinkes Provinsi Sultra, dr. Irma menambahkan, tahun 2018 tercatat jumlah kasus DBD yang sudah dilaporkan kabupaten dan kota sebanyak 655 kasus, dengan jumlah kematian 5 orang. Terjadi peningkatan kasus pada tahun 2019 sampai dengan November sebanyak 1.313 kasus dan kasus kematian sebanyak 6 kasus. “Untuk tahun 2020, belum ada laporan kasus kematian akibat DBD. Khusus untuk di Kota Kendari, berdasarkan laporan per Januari sudah sekira 34 kasus,” ungkapnya, kemarin.

Mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus DBD, sebelum musim penularan Dinkes Sultra bersama jajaran membuat surat edaran ke kabupaten/kota tentang langkah kesiapsiagaan peningkatan kasus. Selain itu, upaya penggerakan masyarakat melalui sosialisasi serta edukasi pemberantasan sarang nyamuk (PNS). Melalui kegiatan menguras, menutup dan memanfaatkan kembali barang bekas, plus mencegah gigitan nyamuk (3M Plus).

“Jadi, ada juga upaya surveilans kasus dan surveilans faktor risiko terhadap kejadian DBD. Melalui kegiatan pemantauan jentik berkala (PJB) oleh petugas kesehatan Puskesmas. Serta penyediakan bahan insektisida dan larvasida untuk pemberantasan nyamuk dan jentik. Intinya perlu menutup semua potensi terjadinya jentik baru untuk menekan jumlah kasus ini,” jelasnya.

Laman: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy