Waspada Banjir, Longsor & Puting Beliung di Musim Hujan : Empat Daerah Siaga – Laman 3 – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Waspada Banjir, Longsor & Puting Beliung di Musim Hujan : Empat Daerah Siaga

Sekretaris BPBD Konawe, Hasman mengatakan, disamping intensitas hujan yang tinggi, aksi penebangan pohon di hutan yang dilakukan warga secara masif, menjadi penyebab utama banjir di Konawe. Buktinya, perambahan hutan di tahun 2019 membuat daerah resapan air menjadi berkurang.

Akibatnya, saat hujan turun selama berhari-hari, musibah banjir tak bisa dihindarkan lantaran wilayah hutan mulai terkikis dan tak mampu menyerap debit air secara maksimal.

“Kalau hujannya sebentar mungkin tidak terlalu berpengaruh. Tapi kalau sudah berhari-hari, air dari atas pasti turun ke wilayah daratan Konawe dan membuat banjir,” ujar Hasman, kemarin.

Hasman membeberkan, BPBD telah menyiagakan satu posko tanggap darurat bencana banjir yang berada di kantor BPBD Konawe. Pihaknya pun gencar melakukan sosialisasi kesiapsiagaan bencana banjir kepada warga. “Kita sudah melakukan apel kesiapsiagaan bersama unsur Forkopimda Konawe. Personel dan kelengkapan kita sudah siap,” ungkap Hasman.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari juga telah siaga mengantisipasi ancaman banjir dan tanah longsor. Intensitas hujan diprediksi akan terus meningkat. Berdasarkan prediksi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan akan melanda wilayah Kota Kendari pada bulan Maret-April tahun 2020.

“Menyikapi musim hujan yang tengah mengguyur Kota Kendari, kami telah melakukan rapat terpadu dengan melibatkan seluruh unsur terkait, seperti TNI, Polri, Camat hingga Lurah yang ada di Kota Kendari, untuk saling bersinergi mengantisipasi ancaman bencana,” ungkap Kepala Dinas BNPB Kota Kendari, Paminuddin kepada Kendari Pos, Minggu (23/2).

Saat ini, BNPB tengah melakukan berbagai upaya antisipasi seperti, memberikan peringatan dini kepada seluruh masyarakat yang ada dititik rawan bencana. “Melalui camat dan lurah kita berikan surat edaran untuk melakukan antisipasi banjir dan tanah longsor yang merupakan salah satu ancaman bencana jika terjadi musim hujan berkepanjangan,” tuturnya.

Untuk Kota Kendari, terdapat beberapa titik yang menjadi fokus utama dari BNPB Kota Kendari. Seperti daerah Wanggu, Wundodopi, By Pass, Lepo-Lepo, Asrama Haji, Kawasan MTQ, Korumba, Lahundape dan Kemaraya serta Benu-benua, yang mrupakan titik langganan banjir. “Sementara titik wilayah yang berpotensi terjadi bencana tanah longsor yakni, di sekitar La Solo, Alo Lama hingga Sambuli. Bahkan untuk tanah longsor seluruh daerah Kota Kendari memiliki potensi untuk terjadi bencana ini,” tuturnya.

Ia mengimbau seluruh masyarakat Kendari agar tidak panik akan potensi bencana banjir. “Masyarakat diimbau tetap tenang. BNPB dan seluruh elemen yang terkait dengan kebencanaan tengah siap siaga apa bila terjadi bencana sebagaimana prediksi BMKG,” tandasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Kota Kendari, Nahwa Umar mengatakan sejumlah infrastruktur pencegah banjir telah rampung. Misalnya, pembangunan drainase di kawasan rawan banjir seperti, Jalan Saranani serta penataan Kali Kadia. Tahun ini, Kendari ditargetkan tidak lagi terendam banjir.

Selain itu, Pemkot akan membangun tanggul di Sungai Lamuse, Kelurahan Wanggu tahun ini. Proses pembangunan kolam retensi sebagai tempat penampungan air guna mengatasi banjir masih proses pembebasan lahan. “Pembebasan lahan untuk kolam retensi, tinggal 0,5 hektar lahan yang masih belum kita bebaskan. Selain itu, semuanya sudah kita bebaskan,” ungkanya.

Pemkot terus melakukan kordinasi dengan pihak terkait, sebagai upaya penanganan banjir di bumi Anoa. Salah satunya dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kota Kendari.

Ia meminta warga mendukung upaya pembebasan banjir di Kendari dengan menjaga sarana dan prasarana yang telah dibangun. Menjaga lingkungan yang bisa mengakibatkan terjadinya banjir. “Dukungan masyarakat sangat diperlukan. Sebab, seberapa pun usaha keras dari pemerintah tidak akan bisa berhasil, apa bila tidak didukung oleh masyarakat,” tandasnya.

BMKG Prediksi Curah Hujan Meningkat

Awal musim hujan periode ini mengalami kemunduran. Berdasarkan prediksi, musim hujan melanda wilayah Sultra sejak bulan November. Namun faktanya, musim hujan baru tiba di bulan Desember. Tak heran, bulan Januari barulah intensitas
hujan mulai merata di wilayah Sultra. Pada bulan Februari diprediksi
mengalami peningkatan. “Jadi memang tahun ini, awal Januari
baru hujan mulai intens terjadi. Walaupun sesungguhnya, musim hujan sudah terjadi sejak Desember lalu, namun masih belum merata di semua wilayah. Bahkan curah hujannya pun masih tergolong sangat rendah,”jelas Ramlan, Kepala Stasiun meteoroligi Kelas II Maritim Kendari.

Di akhir Januari ini saja, sebagian besar wilayah Sultra masih mengalami curah hujan kategori rendah. Namun ada juga beberapa wilayah mengalami curah hujan kategori menengah. Terkecuali daerah Bombana yaitu Pulau Kabaena, Buton Selatan (Busel), dan Buton mengalami curah hujan dengan intensitas tinggi atau 151-300 mm.

Namun di awal Februari hingga awal Maret, diperkirakan curah hujan naik ke kategori menengah. Tetapi ada peluang curah hujan tinggi di sebagian wilayah Kolaka Timur (Koltim), Konawe, dan Konawe Utara (Konut). “Namun di awal Februari ini wilayah yang mengalami curah hujan tinggi yakni sebagian Koltim dan Konawe. Untuk kota Kendari sendiri masih kategori menengah,” ungkap Ramlan. (kam/min/adi/idh/rah/b)

Laman: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy