Uluran Tangan AS Tamrin untuk La Udu : Warga Baubau yang Tinggal di Gua Beralas Kayu – Laman 2 – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Uluran Tangan AS Tamrin untuk La Udu : Warga Baubau yang Tinggal di Gua Beralas Kayu

Tak hanya itu, AS Tamrin menjamin menerbitkan dokumen kependudukan La Udu. KTP La Udu sejak lama hilang. “Dengan KTP itu, La Udu bisa mendapatkan hak-haknya sebagai warga negara. Khususnya bantuan bagi masyarakat kurang mampu seperti bantuan beda rumah dan lainnya. Baik itu dari dinas sosial maupun dari dinas perumahan,” imbuh Ketua DPD PAN Baubau itu.

Sementara itu, Kepala Lurah Kadolomoko, Yusuf mengaku selama ini tidak tahu kalau ada warga yang tinggal dalam gua di wilayahnya. Alasannya ia baru saja menjabat sebagai lurah di wilayah itu. “Memang benar warga Kadolomoko dari RW 4. Tetapi saya juga baru tahu, karena saya baru menjabat Kepala Lurah sekira 10 hari,” ungkapnya.

La Udu selama ini sebatang kara dalam gua selama 10 tahun. Hari-hari dijalaninya seorang diri tanpa satupun keluarga yang menemani. Saat malam datang, La Udu dirundung sunyi. Hanya lampu pelita satu-satunya penerang. Papan bekas serpihan kapal atau perahu dan bambu dirangkai sebagai alas tidur. Untuk bertahan hidup, La Udu mengandalkan singkong (ubi kayu,red) dan ikan tangkapan di sekitar pesisir.

Sebuah celah dalam tebing di pesisir pantai di kawasan Kelurahan Kadolomoko, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau terlihat kokoh. La Udu memilih menjadi tempat tinggalnya 10 tahun belakangan. Berawal tahun 2010 lalu, La Udu memutuskan hidup sendiri dan pergi meninggalkan rumah saudaranya. Tidak ada tempat dan tujuan yang jelas. Hingga akhirnya memutuskan untuk mencari tempat berteduh dan menemukan gua di bawah tebing. Bebatuan cadas yang membentuk dinding, atap sekaligus lantai dijadikanya sebagai tempat tinggal.

Di dalam gua tersebut, La Udu menjalani dan merangkai kehidupannya. Ukuran gua tak begitu luas. Untuk masuk ke dalam, harus membungkuk. Di situlah tempat La Udu beristirahat, berlindung dikala panas dan hujan. Tidak ada selimut untuk menghangatkan tubuhnya. Sehingga saat malam datang kakek La Udu merasa kedinginan. Bahkan saat ombak besar, gua tempat tidurnya seringkali direndam air laut. “Kalau ombak besar, air laut masuk di dalam sini (gua). Saya naik di atas tebing untuk berlindung,” kata La Udu kepada Kendari Pos, Selasa (4/2).

Laman: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy