Sempat Ricuh, Kongres PAN di Kendari Tetap Sukses – Kendari Pos
Nasional

Sempat Ricuh, Kongres PAN di Kendari Tetap Sukses

Salah seorang kader PAN mengalami luka-luka akibat insiden lempar kursi di Claro Hotel Kendari, di sela Kongres PAN, kemarin. Dalam peristiwa ini, satu orang dilarikan di rumah sakit, dan tiga terduga pelaku diamankan petugas

KENDARIPOS.CO.ID — Kongres V PAN di Hotel Claro Kendari sempat diwarnai kericuhan. Itu terjadi, ketika rapat pleno di ruang sidang utama lantai dua Hotel Claro saat membahas tata tertib (tatib). Aksi lempar kursi tidak terhindarkan. Para peserta sempat adu mulut. Teriakan-teriakan terdengar dari para peserta.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mencoba menenangkan massa yang ada di dalam ruangan. Dia minta semua kadernya tenang. “Saudaraku, Zulhas di sini. Saudaraku, saudaraku, duduk di kursi masing-masing,” kata Zulhas. “Lempar-lempar setop, cukup, cukup. Ambil tempat duduk masing-masing,” pinta Zulhas dari atas panggung.

Kericuhan tidak berlangsung lama. Polisi bergerak cepat. Hanya berselang beberapa menit pasca kericuhan di acara Sidang Pleno I Kongres V PAN, tiga pelaku yang diduga pemicu keributan langsung diamankan. Akibat kericuhan, sejumlah fasilitas Hotel Claro Kendari rusak. Selain itu, ada beberapa orang yang menjadi korban insiden tersebut.

Direktur Ditreskrimun Polda Sultra, Kombes Pol La Ode Aries Elfata membenarkan, ada tiga orang yang diamankan terkait keributan tersebut. Polisi sudah memintai keterangan ketiga orang ini.
“Kita tetap amankan. Semua pihak yang berupaya membuat kericuan kami amankan,” tegas pria berkacamata ini. Akibat keributan itu, fasilitas hotel rusak dan beberapa orang luka. Bahkan, ada yang dilarikan ke rumah sakit.

Akibat keributan itu pula, pemilihan Ketum PAN dipercepat. Hal itu diakui Ketua SC Kongres PAN Edi Soeparno. “Awalnya, pemilihan Ketum acara ke lima, tapi dimajukan menjadi acara pertama. Dan semua calon sepakat,” tuturnya.

Meski acara pemilihan Ketua Umum dimajukan, tidak menghilangkan acara lainnya. “Penyampaian pertanggujawaban sudah dilakukan, dan sudah diterima. Setelah pemilihan, acara lain seperti pemaparan visi dan misi tetap dilakukan,” jelasnya. Walau sempat ricuh, namun kongres tetap sukses.

Asman Abnur Mundur

Salah satu kandidat Ketum PAN, Asman Abnur menyatakan mundur dari pencalonannya sebagai ketua umum PAN pada Kongres V di Kendari. Sehingga, kontestan yang tersisa tinggal Zulkifli Hasan, Mulfachri Harahap, dan Drajat Wibowo. “Saya melihat peluang Pak Zulhas lebih besar. Makanya, saya mundur dan mendukungnya,” ujarnya.

Sementara itu, Drajad Wibowo mengaku akan bertahan di parpol yang selama ini menaunginya itu. Dalam proses pemilihan ketua umum PAN di kongres di Kendari, dia memperoleh enam suara. Menurut Drajad, dirinya tak akan mengulangi langkah politiknya maju sebagai calon ketua PAN. “Ini ikhtiar terakhir saya untuk memimpin atau menjadi ketua umum PAN,” ujarnya.

Walakin, mantan legislator PAN yang lebih dikenal sebagai ekonom itu menegaskan bahwa dirinya tak akan meninggalkan PAN. “Saya tetap sebagai kader PAN,” tegasnya. Tak hanya kandidat yang berkurang, pemilik suara juga begitu. Ada 22 suara PAN tak bisa digunakan. Mereka dibekukan karena bermasalah terkait pengurusan. 22 DPD PAN itu berasal dari daerah Maluku, Maluku Utara, Bengkulu dan Sulawesi Utara.

“Ada persoalan di 22 DPD tersebut. Dengan pertimbangan mekanisme lama bahkan hingga pengadilan soal kepengurusan, maka disepakati untuk dibekukan,” imbuh Edi Soeparno. (b/yog/ags/wan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy