Sektor Jasa Keuangan Sultra Tumbuh Positif – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Sektor Jasa Keuangan Sultra Tumbuh Positif

Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridhony M. H. Hutasoit (kiri) dalam Seminar Nasional Peran LPS, OJK, dan BI dalam Memperkuat Kepercayaan Masyarakat Terhadap Perbankan, Kamis (27/2) di Swiss-Belhotel Kendari

KENDARIPOS.CO.ID — Sektor Jasa Keuangan (SJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada tahun 2019 tercatat tumbuh positif meski fungsi intermediasi perbankan mengalami moderasi. Tercatat, aset perbankan tumbuh sebesar 20,66 persen, kredit tumbuh sebesar 11,34 persen, serta dana pihak ketiga 14,31 persen. Informasi itu diungkapkan Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridhony M. H. Hutasoit dalam Seminar Nasional Peran LPS, OJK, dan BI dalam Memperkuat Kepercayaan Masyarakat Terhadap Perbankan, Kamis (27/2).

“Di pasar modal terjadi pertumbuhan investor sebesar 78,49 persen dan total transaksi saham meningkat sebesar 30,80 persen. Per Desember 2019, kinerja modal ventura dan perusahaan pembiayaan juga tumbuh positif. Namun, premi asuransi tumbuh negatif,” ujarnya, kemarin.

Lanjut dia, secara nasional, kredit perbankan tumbuh di level 6,08 persen seiring dengan lemahnya permintaan komoditas global. Pada periode Januari 2020, kredit perbankan mencatat pertumbuhan positif sebesar 6,10 persen (yoy). Pertumbuhan kredit perbankan didominasi oleh bank BUKU IV yang tumbuh sebesar 7,8 persen (yoy) sedangkan BUKU III tumbuh 2,4 persen (yoy). BUKU II tumbuh 8,4 persen (yoy) dan BUKU I tumbuh 6,4 persen (yoy). Berdasarkan kepemilikan, kredit oleh Bank BUMN tumbuh 8,5 persen (yoy) lebih rendah dari tahun lalu yakni 14,1 persen (yoy).

Pertumbuhan kredit tersebut diikuti dengan profil risiko kredit yang terjaga. Adapun Rasio Non-Performing Loan (NPL) gross perbankan relatif rendah dengan Capital Adequacy Ratio perbankan jauh di atas threshold. NPL tahun 2018 sebesar 2,37 persen sedangkan di tahun 2019 naik menjadi 2,53 persen. OJK bersama industri jasa keuangan berkomitmen menyediakan pendanaan yang terjangkau. Hal ini terlihat dari turunnya net interest margin dan rata-rata suku bunga kredit perbankan. Pada tahun 2019 net interest margin sebesar 4,91 persen, lebih rendah dari tahun 2018 yang tercatat 5,14 persen.

Di pasar modal, OJK secara aktif mendorong perusahaan-perusahaan skala menengah untuk mendapatkan sumber pembiayaan melalui pasar modal. Aktivitas penghimpunan dana melalui penawaran umum di pasar modal pada 2019 mencapai Rp166,8 triliun dari 60 emiten baru. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi pertama di ASEAN dan ketujuh di dunia. OJK berhasil menjaga pertumbuhan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) dengan tetap menjaga kualitas.

Penghimpunan dana di industri asuransi positif dengan premi asuransi komersial tumbuh serta permodalan memadai di mana Risk-Based Capital industri asuransi umum dan asuransi jiwa lebih tinggi dari threshold 120 persen. Kinerja intermediasi perusahaan pembiayaan tumbuh dengan risiko kredit di perusahaan pembiayaan yang terpantau rendah. Tercermin dari rasio NPL serta Gearing Ratio perusahaan pembiayaan yang rendah. “OJK selalu mendorong pertumbuhan kredit di atas 12 persen agar tidak menyebabkan penurunn pertumbuhan ekonomi,” tuturnya. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy