Sejumlah Proyek Pemprov Sultra Diduga Mangkrak – Kendari Pos
Nasional

Sejumlah Proyek Pemprov Sultra Diduga Mangkrak

Abdul Rahim

KENDARIPOS.CO.ID — Sejumlah proyek yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sultra, diduga mangkrak. Bukan hanya tidak tuntas dikerjakan, proses pengerjaannya pun diduga tidak sesuai spesifikasi kontrak.

Proyek yang diduga bermasalah itu ditemukan DPRD Sultra saat kunjungan kerja. Mereka adalah Wakil Ketua Muh Endang bersama Komisi I, yakni Rifki Saifullah, Masyhuri, Gunaryo, Ali Mardan, Jumardin, Supratman, Sitti Nurhayati dan Sri Susanti.

Muh.Endang menuturkan proyek yang diduga bermasalah terletak di Desa Lapai Kecamatan Ngapa, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut).Proyek bronjong di Sungai Lapai sepanjang 300 meter diduga tidak sesuai dengan bestek. Dalam kontrak tertera menggunakan batu gunung namun di lapangan yang digunakan adalah batu kali. “Kita akan klarifikasi hal ini. Apakah ada perubahan dalam kontrak atau tidak. Untuk itu, kita akan segera lakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan dinas terkait, LPSE dan pihak kontraktor untuk klarifikasi,” ungkap Endang kepada Kendari Pos, Minggu (23/2).

Politisi Partai Demokrat itu mengungkapkan selain di Lapai, proyek diduga masalah terdapat di Desa Tobela Kecamatan Porehu. Muh.Endang mengungkapkan pihaknya menemukan pengerjaan pengaspalan jalan sepanjang 8 kilometer tidak selesai. “Dampaknya sangat besar. Arus lalu lintas yang menghubungkan tiga kecamatan ini kerap terhambat. Untuk itu, kita juga akan mengundang pihak kontraktor untuk mengetahui persoalannya,” tuturnya.

Di konfirmasi terpisah, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Provinsi Sultra, Abdul Rahim mengungkapkan pembangunan, normalisasi dan penguatan tebing sungai di Lapai Kecamatan Ngapa, Kolut sudah ditangani inspektorat. “Prinsipnya sudah dikerjakan sesuai dengan kontrak yang ada. Rincinya seperti apa kontrak tersebut, saya tidak hafal. Namun, pengerjaan itu pun kini sedang ditangani oleh pihak inspektorat,” katanya.

Sedangkan untuk pengaspalan jalan yang dilakukan di Kolaka Utara sepanjang 8 kilometer, diakui Abdul Rahim belum rampung karena kontraktornya tidak bisa melanjutkan. “Untuk itu proses pembayarannya juga dilakukan sesuai dengan fisik yang dikerjakan. Jadi tidak 100 persen dibayarkan. Masalahnya pun karena pihak kontraktor mengakui AMP tidak bisa melanjutkan pengaspalan yang dilakukan sebelumnya,” pungkas Abdul Rahim. (yog/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy