Sebut Agama Musuh Terbesar Pancasila, Kepala BPIP Panen Kritik – Kendari Pos
Nasional

Sebut Agama Musuh Terbesar Pancasila, Kepala BPIP Panen Kritik

Yudian Wahyudi

KENDARIPOS.CO.ID — Pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi yang menyebut musuh terbesar Pancasila adalah agama, panen kritikan. DPR RI menentang keras pernyataan tersebut. Bahkan, Wakil Presiden Ma’ruf Amin minta klarifikasi langsung terkait ucapan tersebut.

“Saya harapkan beliau bisa mengklarifikasi supaya tidak terjadi salah paham. Ini jadi kontroversi sehingga menimbulkan kegaduhan. Saya minta beliau mengklarifikasi ucapannya itu,” tegas Ma’ruf. Dia berharap dengan klarifikasi itu, tidak ada konflik di kalangan masyarakat karena pernyataan Yudian menyinggung kelompok agama tertentu.

Terpisah, Anggota Komisi I DPR RI Muzzammil Yusuf mengecam keras. Menurut Muzzammil, pernyataan Kepala BPIP ini justru menginjak-menginjak nilai Pancasila dan dapat memecah belah persatuan bangsa. “Pernyataan Kepala BPIP yang mengatakan musuh Pancasila adalah agama sangat naif, provokatif dan menyesatkan,” ujar Muzzammil.

Dia menilai ada tiga aspek kesalahan fatal dari pernyataan Kepala BPIP. Pertama, secara filosofi kenegaraan, Pancasila itu sendiri mengandung sila pertama yang sangat menghormati eksistensi agama. Dikuatkan dengan UUD NRI Tahun 1945 Pasal 29 ayat 1 dan 2 pasal yang mengatakan Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

Kedua, secara historis bangsa ini didirikan oleh perjuangan darah, nyawa dan airmata para ulama dan tokoh agama untuk memerdekakan dan menjaga kemerdekaan bangsa. Ketiga, lanjut Muzzammil, secara yuridis, pernyataan Kepala BPIP ini memenuhi delik penodaan agama/penistaan agama yang diatur dalam ketentuan Pasal 156 huruf a KUHP ini sesungguhnya bersumber dari Pasal 4 UU No. 1/PNPS/1965.

“Pernyataan Kepala BPIP ini tidak saja menghina satu agama. Tetapi dia telah menghina eksistensi semua agama yang sah di Indonesia,” paparnya.

Dia mempertanyakan apakah orang seperti ini patut dipercaya sebagai Kepala BPIP. “Apakah ucapan ini merupakan bagian tugas dari BPIP? Pernyataan Kepala BPIP ini justru menginjak-injak nilai Pancasila.” tambahnya.

Hal senada diungkapkan Anggota DPR Fraksi PPP Arsul Sani. Ia meminta Yudian tak membuat pernyataan kontroversial dan memintanya mencontoh Presiden Soekarno. “Kepala BPIP harus mencontoh Bung Karno. Meskipun Bung Karno disimbolkan sebagai tokoh nasionalis, namun pernyataan-pernyataannya tentang Pancasila, Islam, dan negara tidak kontroversial. Sehingga relatif bisa diterima kalangan Islam,” kata Arsul.

Menurutnya, yang dibutuhkan dari pimpinan BPIP adalah konsep dan aplikasi membumikan Pancasila. Bukan pernyataan yang memberi ruang untuk menghadapkan agama dengan Pancasila. Arsul mengingatkan agar pejabat di pemerintahan menghilangkan cap anti Islam. (fin)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy