Rompi Orange Bertulis “Maaf, Saya ASN Tidak Disiplin” Bakal Dikenakan Bagi ASN Konut yang Malas – Kendari Pos
Konawe Utara

Rompi Orange Bertulis “Maaf, Saya ASN Tidak Disiplin” Bakal Dikenakan Bagi ASN Konut yang Malas

KENDARIPOS.CO.ID — Penggunaan rompi orange ternyata bukan hanya diperuntukkan bagi tersangka korupsi yang ditetapkan oleh KPK. Kini penggunaan rompi orange juga akan menjadi atribusi dan diberlakukan di Konawe Utara (Konut). Mereka yang akan mengenakannya adalah aparatur sipil negara (ASN) yang digaji melalui pajak rakyat, namun malas berkantor dan tidak menjalankan tugas pelayanannya.

Penyematan rompi itu mulai diberlakukan pada tahun ini, sebagai upaya dalam mendisiplinkan ASN. Bahkan bukan hanya penggunaan rompi orange, tindakan pemecatan bagi ASN malas akan berlaku sesuai dengan tingkat pelanggaran. “Dalam penegakan disiplin, pasti ada strategi yang harus dilakukan agar mengarah pada kedisiplinan. Tentu tetap berpedoman pada Peraturan Pemerintah nomor 53. Makanya setiap hari kerja, kita lakukan absensi,” tegas Sekretaris Kabupaten (Sekab) Konut, dr. H. Martaya, Jumat (21/2).

Bila dalam tahapan ini, disiplin tidak diindahkan, ada teguran yang langsung ditandatangani oleh Bupati Konut, H. Ruksamin. Nantinya, bila teguran tertulis telah mencapai tiga kali dan ASN tersebut masih malas, maka akan dilakukan berita acara pemeriksaan (BAP). “Kita akan panggil dan BAP, jenis pelanggarannya apa. Setelah itu kita akan sidangkan pada majelis penegakan disiplin. Di situ diputuskan yang bersangkutan melanggar atau tidak. Sanksinya, pertama teguran lisan, yang disampaikan secara tertulis. Kedua sanksi tertulis yang ditandatangani bupati. Sampai dengan pemecatan dengan tidak hormat,” urai Jenderal ASN Pemkab Konut itu.

Penggunaan rompi orange dilakukan, sebagai bentuk pembinaan bagi ASN malas. Namun sebelum staf menggunakan rompi, akan terlebih dahulu digunakan pada pimpinan OPD, Kabag, Kepala UPTD, Camat, Lurah dan Kepala Puskesmas masing-masing pegawai melas tersebut. Ketentuannya, jika pada triwulan pertama tingkat kehadiran ASN tidak mencapai 60 persen, maka akan menggunakan rompi orange. Jadi, setiap tiga bulan akan dievaluasi tingkat kehadiran pegawai. Triwulan kedua, kehadiran harus mencapai 70 persen, triwulan ketiga sudah harus mencapai 80 persen hingga triwulan terakhir telah mencapai 90 persen dan seterusnya.

“Bila tidak mencapai itu, rompi orange akan kita pakaikan pada mereka. Aturan main sudah disampaikan pada seluruh ASN. Nah, kalau ada staf OPD yang tidak memenuhi target kehadiran, misalnya ditriwulan pertama, nanti Kepala OPD yang memakaikan rompi pada stafnya,” papar Martaya. Ia berkeyakinan dengan strategi yang telah digaungkan dalam mendisiplinkan aparatur. Seluruh ASN Konut dipastikan enggan menggunakan rompi orange. Apalagi ini berkaitan dalam mendisiplinkan budaya malu. “Setiap Senin dan Jumat, kita lakukan apel. Alhamndulillah, selalu ramai. Artinya, kehadiran dan kedisiplinan ASN telah ada kesadaran. Ini juga berkaitan dengan instrumen hadirnya Tunjangan Penambah Penghasilan,” pungkasnya. (b/min)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy