Rentan Jual Beli Suara di Pilwawali Kendari – Kendari Pos
Metro Kendari

Rentan Jual Beli Suara di Pilwawali Kendari

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Sisa 14 hari, pemungutan suara Pemilihan Wakil Wali Kota (Pilwawali) Kendari digelar. Suhu politik di DPRD Kendari, yang menjadi penentu wakil wali kota terpilih, mulai memanas. Dua kandidat, Adi Jaya Putra (AJP) diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Siska Karina Imran jagoan Partai Amanat Nasional (PAN) berebut suara “Wakil Rakyat” untuk memenangkan Pilwawali. Ragam strategi telah dilakukan untuk mencari dukungan terbanyak.

Sejumlah legislator (pemilik suara) di Pilwawali terang-terangan memberikan dukungan terhadap calon tertentu, meskipun tanpa rekomendasi tertulis dari partai politiknya. Trnasaksi jual beli suara alias politik uang rentang terjadi.

Pengamat Politik dari Universitas Halu Oleo (UHO), Dr. Najib Husain berpendapat bahwa pertarungan “Head to Head” berpeluang terjadi jual beli suara, mengingat kompetisi untuk mendapatkan simpati dari dewan sangat ketat.

“Semakin lamanya pemilihan ini, ruang untuk terjadinya transaksi “money politic” juga semakin besar. Itu dikarenakan waktu komunikasi antara peserta dengan pemilik suara cukup lama,” ungkap Najib, kemarin.

Sebenarnya, lanjut Najib, arahan partai agar selalu satu suara dalam menentukan pilihan sangat baik untuk menghindari praktek jual beli suara di parlemen. Itu juga akan menjadi upaya dalam menghasilkan calon pemimpin yang benar-benar diharapkan masyarakat.

“Itulah mengapa, kita selalu sarankan agar pelilihan itu segera dilakukan sesegera mungkin, agar supaya bergaining yang dibangun oleh pemilik suara dan calon itu tidak terjadi. Di sisi lain, usai pemilihan, tidak adalagi prediksi-prediksi dari di luar pemikiran dari partai pengusung sebelum diputuskan siapa pemenang Pilwawali,” kata Najib.

Alumni terbaik UGM itu menambahkan, belum lama ini ada wacana bahwa akan ada perhatian besar dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perihal Pilwawali tahun ini. Hanya saja, kata Najib, kondisi KPK saat ini belum terlalu baik, sehingga kemungkinan besar jauh dari pengawasan mereka.

“Saya pikir, walaupun tidak ada KPK sebenarnya kalau mereka menyadari bahwa itu sesuatu yang salah, maka bisa dihindari. Untuk mencegah itu, sebaiknya partai harus kembali menekankan bahwa pentingnya komitmen satu suara dalam pemilihan ini,” tandasnya.

Anggota DPRD Kendari dari partai Nasdem, Arwin Zteno, mengaku mendukung Siska, sekalipun belum ada rekomendasi tertulis dari DPP untuk menentukan dukungan. Kader Nasdem sudah sepakat mendukung Siska untuk mendampingi Wali Kota Kendari, Sulkarnain di sisa masa jabatannya. “Setelah kami rembuk, kami pilih Siska, meski belum ada keputusan dari DPP. Arah dukungan nanti tetap ke Siska,” tuturnya.

Alasan mendukung Siska, kata dia, dikarenakan beberapa pertimbangan. Salah satunya Nasdem tidak ingin ada satu kubu (Partai) yang menguasai pemerintahan. “Kita bisa lihat sekarang deal – deal di Parlemen bagaimana. Nah, itu harus ada penyeimbang supaya bisa bersinergi untuk membangun kota ini,” ungkap Arwin.

Katanya, pihaknya telah diam-diam membangun komunikasika dengan Siska sembari menunggu keputusan resmi dari DPP. Hal senada dikatakan Anggota DPRD Kendari dari Fraksi Nasdem, Fadli Bafadal. Ia mengaku mendukung Siska. “Untuk apa lagi ditutup tutupi. Kami dukung Siska,” cetusnya.

Sebelumnya, dua kader Golkar di parlemen Kendari, La Ode Azhar dan LM Rajab Jinik juga menyatakan dukungannya kepada Siska dalam Pilwawali Maret mendatang. Padahal untuk tingkat DPD II Golkar sendiri telah melakukan konsolidasi dan sepakat mendukung Adi Jaya Putra (AJP).

“Saya menunggu keputusan Partai (DPP atau DPD I) atau satu tingkat diatas DPDII. Keputusan kemarin (DPD II) belum menjamin kita sebagai anggota DPR. Kalau untuk saat ini saya ke Siska,” kata Jinik. (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy