Ali Mazi Genjot Pembangunan di Segala Sektor – Kendari Pos
Metro Kendari

Ali Mazi Genjot Pembangunan di Segala Sektor

Gubernur Sultra Ali Mazi menyerahkan penghargaan kepada Kepala DPM-PTSP
Sultra Madmuddin atas inovasi mendudukan regulasi perizinan tingkat pusat, provinsi, kota
dan kabupaten.

KENDARIPOS.CO.ID — Pembangunan Sulawesi Tenggara (Sultra) terus meningkat. Gubernur Sultra Ali Mazi menggenjot pembangunan pada segala sektor. Duet Ali Mazi-Lukman Abunawas menggagas sebuah konsep pembangunan bernama Gerakan Akselerasi Pembangunan Daratan Lautan (Garbarata) dengan fokus membangun infrastruktur, sumber daya alam (SDA) hingga sumber daya manusia (SDM).

Dalam kurun waktu lima tahun menjabat, Ali Mazi ingin mewujudkan lima pilar Sultra Emas, yakni Sultra Berbudaya dan Beriman, Sultra Cerdas, Sultra Sehat, Sultra Produktif, Sultra Bantu Warga Miskin. Ia bersama Wakilnya Lukman Abunawas telah merancang konsep ini sejak mendaftarkan diri sebagai kandidat kepala daerah. “Tapi program ini tidak akan terwujud tanpa adanya peran dari masyarakat. Kita sangat berharap program ini tercipta dengan baik. Sehingga daerah yang kita cintai ini lebih maju, bermartabat, beriman, serta masyarakatnya sehat, sejahtera dan cerdas,” kata Ali Mazi.

Suami Agista Ariyani itu sadar betul akan banyak tantangan menghadang membangun Sultra. Tapi ia optimis akan melaluinya dengan kerja keras, kerja tangkas dan cerdas. Keterlibatan semua lapisan masyarakat sangat dibutuhkan membangun Sultra emas. Kinerja Ali Mazi membangun Sultra terbukti kala menduduki tahta gubernur tahun 2003-2008. Kala itu ia berhasil menciptakan karya fenomenal bernama Tugu Religi alias kawasan MTQ Square Kendari. Ia berkomitmen membawa Bumi Anoa menjadi lebih maju dan masyarakatnya semakin sejahtera. (adv)

Mengkonektivitaskan Daratan-Kepulauan

Ada kalangan yang menilai bila pembangunan Sultra belum merata. Apalagi secara geografis Sultra terbagi antara daratan dan kepulauan. Karena itu, Gubernur Sultra Ali Mazi dan Wakilnya H. Lukman Abunawas bertekad membangun Sultra secara adil dan merata. Sebuah konsep bernama Garbarata akan merealisasikannya.

“Garbarata itu konsep pembangunan wilayah daratan dan kepulauan. Mensinergikan seluruh potensi sumberdaya manusia secara optimal agar dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Tujuannya menjawab ketimpangan pembangunan antar wilayah,” kata Ali Mazi.

Pasangan Lukman Abunawas ini akan mengkonektivitaskan antar wilayah melalui pengembangan infrastruktur. Sehingga memperlancar arus penumpang, barang dan jasa. Selain itu, pengelolaan sumberdaya alam harus dilakukan secara bijaksana dengan memperhatikan kondisi sumberdaya alam yang tidak terbaharukan dan terbaharukan. “Harus merujuk prinsip lestari dan berkesinambungan serta mempertimbangkan nilai tambah sumber daya alam. Garbarata ini adalah konsep pembangunan yang adil dan merata. Tapi semua itu tidak akan terwujud kalau tidak ada support dari semua pihak,” katanya. (adv/b)

Pembangunan Adil dan Merata

Jazirah Sultra tediri dari wilayah daratan dan kepulauan. Membangun daerah ini, dibutuhkan ide brilian, sehingga tercipta pembangunan yang adil dan merata di semua wilayah. Gubernur Sultra Ali Mazi dan Wakilnya H. Lukman Abunawas membawa harapan baru untuk merealiasikan pembangunan merata.

Mereka menawarkan konsep pembangunan yang disebuh gerakan akselarasi pembangunan daratan lautan (Garbarata). Konsep membangun ini sangat berpihak kepada masyarakat.

“Konsep Garbarata, adalah pembangunan wilayah daratan dan kepulauan. Mensinergikan seluruh potensi sumberdaya manusia secara optimal agar dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat yang bertujuan untuk menjawab ketimpangan pembangunan antar wilayah,” kata Ali Mazi.

Pasangan Lukman Abunawas ini juga betekad mengkonektivitaskan antar wilayah melalui pengembangan infrastruktur kewilayahan di darat dan lautan. Dengan begitu, terselenggaranya dan terbangunnya infrastruktur yang memungkinkan terjadinya konektivitas agar memperlancar arus penumpang, barang dan jasa.

Selain itu, kata dia juga menguatkan peran gender terhadap proses pembangunan sehingga mewujudkan kemitraan sejajar dalam pengambilan keputusan serta mengembangkan peluang-peluang agar tidak terjadi bias gender.

Yang tak kalah penting, kata dia adalah pengelolaan sumberdaya alam harus dilakukan secara bijaksana dengan memperhatikan kondisi sumberdaya alam yang tidak-terbaharukan dan terbaharukan.Harus merujuk prinsip lestari dan berkesinambungan serta mempertimbangkan nilai tambah sumberdaya alam.

“Garbarata ini adalah konsep pembangunan yang adil dan merata. Tapi semua itu tidak akan terwujud kalau tidak ada support dari semua pihak, para bupati dan wali kota. Lembaga vertikal di daerah, dan elemen masyarakat lainnya. Saya mengajak semua pihak untuk mengeroyok pembangunan akan selesai dengan baik,” lanjutnya. (lyn/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy