Posisi Strategis Data Kependudukan, Oleh : Afifati Ulya – Kendari Pos
Opini

Posisi Strategis Data Kependudukan, Oleh : Afifati Ulya

Afifati Ulya, S.ST

KENDARIPOS.CO.ID — Data adalah jenis kekayaan baru bangsa kita. Bahkan, ia lebih berharga dari minyak. Data yang valid adalah kunci utama kesuksesan pembangunan sebuah negara. Data yang akurat sangat penting untuk membuat keputusan yang tepat, mengeksekusi program yang tepat sasaran. Demikian kutipan pidato Presiden Joko Widodo, saat pencanangan Pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 di Istana Negara, Jakarta. Sinergisitas semua pihak menuju satu data kependudukan Indonesia mutlak diperlukan. Apalagi saat kita bercita-cita menjadi Indonesia Maju. Mengingat data kependudukan merupakan data dasar untuk membuat perencanaan di berbagai bidang. Mulai dari perencanaan kebutuhaan pangan, kebutuhan fasilitas pendidikan, kesehatan, hingga perencanaan pembangunan berbagai infrastruktur di setiap wilayah.

Sensus Penduduk sudah di depan mata

Mari menelisik lebih jauh tentang arti penting data orang per orang, keluarga per keluarga, wilayah per wilayah, hingga bersinergi menjadi data pembangun Indonesia. Seandainya jika kita diminta untuk menilai diri sendiri pada skala 1-10, sampai angka berapa kita mampu membenarkan soal kepedulian kita dengan data yang ada? Tak usah terlalu jauh berbicara soal data pertumbuhan ekonomi, atau angka kemiskinan, atau angka pengangguran, atau data hasil sektor unggulan kita seperti pertanian misalnya, atau data hasil tambang Sulawesi Tenggara yang tak semua wilayah memiliki kekayaan semacam ini. Tak perlu berbicara terlalu jauh, dengan data diri dan data keluarga sendiri, seberapa besar nilai yang mampu kita berikan atas kepedulian kita?

Saat ada kelahiran anggota keluarga baru, seberapa cepat kita melaporkannya ke bagian pencatatan sipil, misalnya? Saat ada kematian salah satu anggota keluarga, sesegera apa kita melaporkannya? Saat pindah tempat tinggal atau saat pendidikan kita semakin meningkat, seberapa cepat respon kita terhadap data yang tertera di kartu keluarga/KTP kita? Atau saat ada anggota keluarga yang alih profesi dari pelajar menjadi wiraswata misalnya, apakah sesegera mungkin kita melakukan pemutakhiran data ke pihak yang berwenang memberikan legalitas perubahan itu?

Sanggupkah kita memberi nilai 8 dari skala 10? Jika belum, inilah saatnya bagi kita untuk menemukan arti penting dari ‘data yang mutakhir dan akurat’ untuk kebermanfaatan yang optimal bagi kita semua. Berbicara tentang ekonomi masyarakat misalnya, atau lebih dikenal dengan istilah pertumbuhan ekonomi. Bukankah kita mengira bahwa angka pertumbuhan ekonomi yang 6,18 persen (yoy) untuk Sulawesi Tenggara pada triwulan III 2019 lalu itu digunakan bagi pemerintah daerah untuk merencanakan pembangunan wilayahnya? Sinergisitas antara kuantitas Sumber Daya Alam (SDA) dengan kuantitas serta kualitas dari Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi target pembangunannya.

Seberapa besar produktivitas SDA yang mampu dioptimalisasi oleh SDM kita? Berapa jumlah SDM kita yang diharapkan menjadi tulang punggung perekonomian? Bukankah kebutuhan akan data karakteristik demografi masyarakat terdeteksi disini? Bukankah kita memerlukan data jumlah penduduk usia produktif? Atau topik pembicaraan yang seringkali mengundang gaduh seperti Kemiskinan. Bukankah ujung-ujungnya pertanyaan terbesar yang muncul ialah berapa banyak orang miskin? Kembali kita membutuhkan data kependudukan dengan karakteristik tertentu, yaitu jumlah penduduk yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar hidupnya.

Kita masih sependapat bahwa, untuk penyaluran bantuan, masih bertumpu pada data demografi masyarakat dengan karakteristik tertentu. Bukankah pemerintah membutuhkan data seberapa jumlah jiwa yang membutuhkan penyaluran bantuan? Dalam bentuk pangan seperti raskin, atau dalam bentuk keringanan biaya sekolah yakni pengucuran dana BOS dan siswa penerima Program Indonesia Pintar (PIP).
Saat kita menanggapi data usia harapan hidup (UHH) Sulawesi Tenggara saat ini, bukankah kita masih membutuhkan data kependudukan? Seperti, sasaran penerima manfaat dari program kesehatan yang dicanangkan oleh pemerintah untuk meningkatkan UHH masyarakat di wilayahnya.

Laman: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy