Pilwawali Kendari Sistem One Man One Vote, Pengamat : Ini Lebih Demokratis – Kendari Pos
Politik

Pilwawali Kendari Sistem One Man One Vote, Pengamat : Ini Lebih Demokratis

Sekretaris Pilwawali,
Syam Alam


KENDARIPOS.CO.ID — Menghitung hari Pemilihan Wakil Wali Kota (Pilwawali) Kendari. 5 Maret nanti, dr.Siska dan Adi Jaya Putra berada dalam posisi berhadap-hadapan sebagai rival menjadi Wakil Wali Kota Kendari.

Soal siapa kampiunnya, mekanisme dan anggota dewan Kendari sebagai pemilik suara yang menjadi penentunya. Sekretaris Pilwawali, Syam Alam mengatakan sistem pemilihan Wawali Kendari dengan metode one man one vote. Sistem itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 12 tahun 2018 tentang pedoman penyusunan tata tertib (Tatib) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam memilih kepala daerah jika terjadi kekosongan.

Aturan itu mengatur dua opsi pemilihan yang bisa digunakan, yakni melalui pemilihan secara musyawarah mufakat atau dengan cara mencoblos. “Semua anggota dewan itu punya hak suara. Nanti kami siapkan surat suara, bilik dan kotak suaranya,” kata Syam Alam saat ditemui Kendari Pos, Kamis (20/2).

Panitia memutuskan menempuh cara voting karena tahapan pemilihan sudah berjalan, mulai dari pendaftaran calon hingga pemberkasan, sehingga musyawarah mufakat tidak memungkinkan lagi. “Semua parpol pengusung sudah ada usulannya, jadi pemilihannya sistem mencoblos. Nanti ada 35 anggota yang akan memilih. Waktu pencoblosannya sekira satu atau dua jam saja. Yang mencoblos hanya sedikit,” ujar Syam Alam.

Sementara itu, pengamat politik Sultra, Dr. Muh Najib Husain berpendapat bahwa pemilihan dengan sistim one man one vote lebih demokratis ketimbang pemilihan secara musyawarah mufakat. Pemilik suara memilih sesuai hati nurani dan bukan karena arahan partai politik. Meskipun ada tanggapan bahwa suara partai adalah suara pemilih.

“Itu hanya strategi partai saja. Kan dibilik suara tidak ada yang tahu dia (legislator) pilih siapa. Bisa saja arahan partai pilih si A tapi pemilihnya memilih si B. Jadi ini lebih demokratis menurut saya,” tuturnya, kemarin.

Akademisi Fisip Universitas Halu Oleo (UHO) itu mengungkapkan, tidak ada yang salah dengan pemilihan secara musyawarah mufakat, hanya saja masing-masing parpol pengusung memiliki kandidat Wawali. Nah, mau tidak mau pemilihan harus dengan sistim mencoblos.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kendari Pos dari Sekretariat DPRD Kota Kendari Kendari, proses pemilihan wawali Kendari saat ini sudah masuk tahap pengumpulan berkas tambahan yasng dijadwalkan sejak kemarin hingga hari ini, 21 Februari 2020. Setelah itu, panitia meneliti administrasi. Jika ditemukan kekurangan akan diinformasikan kepada parpol pengusung maupun calon yang bersangkutan dan diminta melengkapi bekasnya, mulai 26 – 28 Februari mendatang.

Setelah itu, calon wawali memaparkan visi, misi dan program kerja pada 3 Maret. Selanjutnya gladi bersih, 4 Maret dan sidang paripurna pada 5 Maret. Dalam sidang paripurna, akan ada proses pemungutan suara, perhitungan suara dan penetapan calon terlipih untuk selanjutnya pada 6 Maret akan dilakulan pengusulan calon terpilih ke Gubernur Sultra dan disampaikan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Dua Kubu Saling Klaim Menang

Tensi tinggi di DPRD Kendari mulai terasa jelang Pilwawali Kendari. PKS dan PAN sebagai poros utama pengusung dr.Siska Karina Imran dan Adi Jaya Putra (JP) saling klaim bakal memenangkan pertarungan memperebutkan kursi orang nomor dua di Kota Lulo tersebut.

“Saya sangat yakin Adi JP akan keluar sebagai pemenang. Meskipun kami belum berkomunikasi antar fraksi, tapi saya sudah sarankan Adi JP untuk komunikasi dan meyakinkan para pemilik suara di Pilwawali nanti,” kata Subhan, pengurus DPD PKS Kendari cum Ketua DPRD Kendari, Kamis, kemarin.

Politisi PKS ini meyakini peluang Adi JP menjadi pemenang sangat terbuka. Subhan enggan memprediksi perolehan suara yang akan didapatkan nanti. “Kita tidak bisa perkirakan berapa suaranya. Yang jelas, kami percaya AJP akan keluar sebagai pemenang.PKS akan memberikan dukungan (7 suara sesuai jumlah kursi) kepada Adi JP,” tuturnya.

Senada, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW PKS Sultra, Yaudu Salam Ajo meminta, seluruh kader yang duduk di DPRD Kendari untuk memilih Adi JP. Arahan itu sesuai intruksi dari DPP PKS. Instruksinya agar seluruh kader PKS di DPRD Kendari kompak memilih Adi JP. “Kita usung AJP, tentu kita juga harus pilih AJP. Ini instruksi langsung dari DPP,” ujarnya.

Sementara itu, di kubu Partai Amanat Nasional (PAN) yang mengusung dr.Siska Karina Imran, juga optimis bisa memenangkan pertarungan kali ini. “Saya yakin dr. Siska akan keluar sebagai pemenang, karena kami punya suara dasar (5 suara/kursi). Selain itu, kami masih melakukan lobi-lobi pada fraksi lain. Siapa-siapa partai yang mendukung Siska nanti, itu masih rahasia,” tutur Samsuddin Rahim, Sekretaris DPD PAN Kendari, cum Wakil Ketua DPRD Kendari.

Ditemui terpisah, Ketua DPD PAN Kota Kendari, Asrizal Pratama Putra mengaku telah menjalin komunikasi politik dengan berbagai partai. “Kalau komunikasi sudah lama kita lakukan, dan kita menyerahkan sepenuhnya kepada partai. Tapi saya yakin Siska yang akan menang nantinya,” kata Asrizal yang juga anggota DPRD Sultra.

Pilwawali nantinya akan digelar pada 5 Maret mendatang. Dalam prosesnya, 35 anggota DPRD Kendari akan menyalurkan hak pilihnya dalam pencoblosan. Adapun ke 35 orang anggota DPRD tersebut tersebar di 9 Fraksi masing-masing, PKS 7 kursi, Golkar 5 kursi, PAN 5 kursi, PDIP 5 kursi, Nasdem 4 kursi, Gerindra 4 kursi, Demokrat 2 kursi, Perindo 2 kursi, dan PKB 1 kursi. (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy