Pilwawali Kendari di DPRD Sarat Money Politic – Kendari Pos
Politik

Pilwawali Kendari di DPRD Sarat Money Politic

Dr. Najib Husain

KENDARIPOS.CO.ID — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari akan menggelar Pemilihan Wakil Wali Kota (Pilwawali) Kendari, 5 Maret mendatang. Dua calon Wawali yang berebut suara legislator adalah Adi Jaya Putra (AJP) yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Siska Karina Imran jagoan Partai Amanat Nasional (PAN).

Para kandiat kian masif melakukan manuver politik untuk merebut suara terbanyak di parlemen. Sisa waktu menuju Pilwawali sarat money politic. Pengamat Politik dari Universitas Halu Oleo (UHO), Dr. Najib Husain berpendapat bahwa pertarungan “Head to Head” berpeluang terjadi jual beli suara, mengingat kompetisi untuk mendapatkan simpati dari dewan sangat ketat.

“Semakin lamanya pemilihan ini, ruang untuk terjadinya transaksi “money politic” juga semakin besar. Itu dikarenakan waktu komunikasi antara peserta dengan pemilik suara cukup lama,” ungkap Najib, kemarin.

Sebenarnya, lanjut Najib, arahan partai agar selalu satu suara dalam menentukan pilihan sangat baik untuk menghindari praktek jual beli suara di parlemen. Itu juga akan menjadi upaya dalam menghasilkan calon pemimpin yang benar-benar diharapkan masyarakat.

“Itulah mengapa, kita selalu sarankan agar pelilihan itu segera dilakukan sesegera mungkin, agar supaya bergaining yang dibangun oleh pemilik suara dan calon itu tidak terjadi. Di sisi lain, usai pemilihan, tidak adalagi prediksi-prediksi dari di luar pemikiran dari partai pengusung sebelum diputuskan siapa pemenang Pilwawali,” kata Najib.

Alumni terbaik UGM itu menambahkan, belum lama ini ada wacana bahwa akan ada perhatian besar dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perihal Pilwawali tahun ini. Hanya saja, kata Najib, kondisi KPK saat ini belum terlalu baik, sehingga kemungkinan besar jauh dari pengawasan mereka.

“Saya pikir, walaupun tidak ada KPK sebenarnya kalau mereka menyadari bahwa itu sesuatu yang salah, maka bisa dihindari. Untuk mencegah itu, sebaiknya partai harus kembali menekankan bahwa pentingnya komitmen satu suara dalam pemilihan ini,” tandasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Kendari dari Fraksi PDI – Perjuangan La Ode Lawama menyampaikan keresahannya tentang isu suap di Pilwawali yang beredar di masyarakat. Saat ini, kata dia, ada beberapa masyarakat yang tak yakin kepada legislator akan memilih Wawali secara jujur tanpa politik uang. Olehnya itu, dia berharap penegak hukum mengawasi semua legislator di parlemen.

“Kalau memang kita bisa diawasi, silakan diawasi. Bahkan saya usulkan, apabila ada lembaga yang ditunjuk meminimalisir kasus suap dan korupsi, bisa juga stand by di rumah anggota dewan,” pungkasnya. (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy