Pemprov Sultra Dorong Peningkatan Produksi Pertanian – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Pemprov Sultra Dorong Peningkatan Produksi Pertanian

Petani melakukan treatment terhadap sayuran yang ditanam dengan sistem hidroponik di Kecamatan Baruga, Kendari, Sulawesi Tenggara, beberapa waktu lalu. Di tahun 2020 pemerintah akan terus mendorong peningkatan produksi pertanian

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi pertanian di tahun 2020. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sulawesi Tenggara (Sultra), Ari Sismanto mengatakan, khusus untuk tanaman padi, ditargetkan terjadi peningkatan produksi hingga 12,1 persen. “Untuk jagung, kedelai, kacang-kacangan dan umbi-umbian, insya Allah akan dinaikkan sekitar tujuh persen,” ujar Ari Sismanto, kemarin (11/2).

Untuk mencapai target tersebut, lanjutnya, ada sejumlah langkah stimulan yang akan ditempuh. Sinergisitas antara kementerian, pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota perlu diperkuat. Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra, kata Ari, berkomiten untuk mendukung tersedianya varietas unggul bagi para petani sehingga dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP). “Kalau sekarang IP nya 100 (setahun sekali menanam), akan diupayakan agar bisa dua kali. Yang setahun dua kali menanam kita tingkatkan jadi tiga kali bahkan empat kali,” janjinya.

Melalui perbaikan infrastruktur khususnya pengairan, Ari meyakini apa yang diharapkan tersebut dapat terpenuhi. Ia membeberkan bahwa di Kecamatan Ladongi, Kolaka Timur, pengairan telah dilakukan terhadap kurang lebih tiga ribu hektar sawah. Setelah pengairan selesai, ia memprediksi sepanjang tahun 2020 sawah di daerah itu akan terairi secara terus menerus sehingga indeks pertanaman bisa meningkat. Adapun area-area tadah hujan, pemerintah akan berupaya menemukan sumber air yang baru. Pompanisasi dan pembangunan sumur bor menjadi dua alternatif yang terpikirkan sejauh ini. “Jika petani bisa meningkatkan produksi, pemerintah membantu dalam distribusi sehingga penyerapan produk di pasaran bisa tinggi, pada akhirnya akan berdampak terhadap kesejahteraan petani yang semakin meningkat,” optimisnya.

Di samping itu, mekanisasi dalam semua proses panen juga akan diterapkan dengan harapan loses (kehilangan) hasil panen bisa ditekan setinggi mungkin. Jika sebelumnya kehilangan hasil panen bisa mencapai 12 persen, dengan sistem mekanisasi, angka tersebut dapat ditekan hingga lima persen. “Dikarenakan saat panen tidak menggunakan alat mekanik yang memadai, banyak hasil yang terbuang. Beda tentunya jika kita panen secara manual (tradisional) sepenuhnya dibandingkan dengan kombinasi alat mekanik. Kalau hanya manual banyak yang tercecer (terbuang),” tegas Ari.

Ke depan, melalui kerja sama antara Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan dengan Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog), akan dibangun beberapa mesin pengering dan rice milling unit (mesin penggiling padi) yang modern untuk meminimalisir tingkat padi pecah. “Itu semua untuk memperbaiki kualitas produksi kita. Kementerian Pertanian (Kementan) sudah menggerakkan kostraling (komando strategi penggilingan padi). RMU sudah lama diterapkan tapi hasilnya belum maksimal. Tahap demi tahap akan kita perbaiki dan akan diganti dengan mesin yang lebih modern. Kementerian mengharapkan pertanian Indonesia yang lebih maju, modern, dan mandiri,” bebernya.

Tahun 2020 juga akan dimulai pengembangan komoditas Porang dan Sorgum di Sultra. Untuk Sorgum sendiri telah dikembangkan di Kolaka Timur (Koltim) dengan luas lahan sekitar seratus hektar. “Sorgum merupakan alternatif pangan dengan usia tanam pendek dan menguntungkan petani. Harapannya, tidak ada lagi lahan menganggur di Sultra. Ink semu akan diupayakan,” tutup Ari. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy