Pemkab Buton Gagas Pengembangan Pala – Kendari Pos
Buton

Pemkab Buton Gagas Pengembangan Pala

KENDARIPOS.CO.ID — Sepanjang 10 tahun terakhir, para petani di Buton masih menjadikan kelapa dan jambu mete sebagai tanaman jangka panjang pilihan. Karena hasil produksinya mulai berkurang, pemerintah mulai melirik tanaman lain untuk dikembangkan di daerah. Tentu dengan hitungan yang lebih menguntungkan petani. Bupati Buton, La Bakry, mengatakan di sektor pertanian memang butuh gebrakan baru. Bertumpu pada komoditas jambu mete, beberapa kali musim panen petani kerap dibuat gigit jari. Karena biaya pemeliharaan dan produksinya hampir sama dengan nilai jualnya. Demikian juga dengan kelapa yang diolah jadi kopra.

Menurut Buton-1 itu, pala adalah salah satu jenis tanaman yang cocok dengan tanah di otoritanya. Makanya, Pemkab pun menggagas program pengembangan pala. Oleh Bupati program itu disebut “Palanisasi”. Untuk mengetahui pola dan cara pengembangan pala itu, pasangan Wakil Bupati, Iis Elianti ini sengaja terbang ke Pulau Banda, Maluku untuk kuliah singkat di sana. Banda merupakan daerah penghasil pala terbesar Indonesia, bahkan sudah memenuhi setengah dari kebutuhan pala dunia.

Bupati Buton, La Bakry (kanan) saat melihat bibit tanaman pala yang akan
dikembangkan di wilayah tersebut nantinya.

“Tidak salah kalau kita belajar di Banda, karena memang di sana penghasil pala terbesar di Indonesia,” katanya, kemarin. Menurut La Bakry, kesuburan tanah Banda tak jauh berbeda dengan di Buton. Buktinya, beberapa petani di Buton sudah menanam pala sejak dulu. Hanya saja volumenya panennya masih sangat kecil. “Ternyata di Buton ini sudah ada petani yang panen pala itu. Contohnya di Kecamatan Siontapina. Hanya masyarakat ini sembunyikan, dan saya pun baru tahu dari Kadis Pertanian,” lanjutnya.

Olehnya itu, Pemkab Buton saat ini berkomitmen untuk mengawal petani pala agar lebih produktif lagi. Salah satunya dengan memberikan bantuan bibit yang didatangkan khusus dari Banda. “Kita akan siapkan 20 ribu bibit tahun ini. Palanya dari Banda dan itu dikenal jenis super. Yang paling baguslah,” tambahnya. La Bakry meyakini, jika pengembangan tanaman pala nanti dapat mendongkrak pendapatan petani. Sehingga kesejahteraan mereka pun meningkat. “Saat ini kita masih andalkan jambu mete. Dibandingkan pala itu jauh lebih menjanjikan. Dari segi harga dan berapa kali panen dalam setahun itu lebih menang pala,” terangnya.

Dia mengaku sudah menginstruksikan Kepala Dinas Pertanian untuk mendata jumlah petani dan lahan-lahan potensial untuk tanaman pala itu. “Bisa 120 hektare, petaninya masih didata. Nanti akan dibuat kelompok petani untuk penerima bantuan bibit,” pungkasnya. (b/lyn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy