Pembunuh Karyawan TVRI Dituntut 12 Tahun, Begini Kata Keluarga Korban – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Pembunuh Karyawan TVRI Dituntut 12 Tahun, Begini Kata Keluarga Korban

Terdakwa pembunuh Aditya karyawan TVRI, Achim Suhasim (kemeja putih) saat digiring petugas PN Kendari ke ruang persidangan, Senin (10/2)

KENDARIPOS.CO.ID — Sidang kasus pembunuhan Aditya karyawan TVRI kembali berlanjut dengan agenda penuntutan. Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kendari, Senin (10/2), Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kendari menuntut terdakwa, Achim Suhasim dengan hukuman 12 Tahun pidana penjara. Hukuman tersebut jauh lebih rendah dari dakwaan Jaksa sebelumnya. Makannya usai sidang berlangsung, sejumlah keluarga korban dari almarhum, Aditya menangis histeris.

Yuliati, istri korban pembunuhan Aditia tak bisa menahan sedih. Tangisnya pecah saat mendengar tuntutan yang dibacakan JPU terhadap terdakwa Achim Suhasim, yang hanya 12 tahun penjara. Ia kecewa dengan tuntutan itu, ia bimbang mau mencari keadilan di mana lagi.

Ia mengaku tak menerima tuntutan tersebut. Kasus pembunuhan ini, seharusnya terdakwa dituntut minimal 20 tahun penjara, maksimal seumur hidup. “Saya berharap pengadilan bisa memberikan rasa keadilan. Suaminya meninggalkan saya dan beberapa anak yang masih kecil. Pelaku harus dihukum seberat-beratnya,” ujar Yuliati sambil tersengal didampingi ponakannya, Reni dan sejumlah keluarganya.

Dalam tuntutan jaksa, katanya, tak disebutkan pasal yang menjerat terdakwa. Harusnya terdakwa dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Apalagi selama persidangan, terdakwa mengakui perbuatannya. Kejanggalan lain, kata dia, jaksa yang membacakan tuntutan berbeda dengan sidang-sidang sebelumnya. “JPU saat sidang sebelumnya adalah Nanang SH dan rekannya. Namun saat tuntutan jaksanya adalah Bangga SH. Apalagi sang jaksa saat kami tanya, hanya menjawab cuma bertugas membaca tuntutan,” bebernya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Bangga SH menyebutkan tuntutan tersebut sesuai dengan dakwaan. Baginya, tuntutan tersebut sesuai dengan pasal yang ditentukan yakni pasal 351 junto 338 KUHP tentang hilangnya nyawa seseorang. Dalam sidang tersebut, Bangga SH juga menyampaikan bahwa cara terdakwa melakukan pembunuhan kepada korban. “Menuntut terdakwa dengan hukuman 12 Tahun penjara,” katanya.

Sidang tersebut dipimpin oleh Majelis Hakim I Nyoman Wiguna dan juga anggotanya Klik Tri Margo SH. Hakim memberikan ruang kepada penasehat hukum terdakwa untuk mengajukan pembelaan diri atau pleidoi. I Nyoman Wiguna meminta Pengacara terdakwa untuk mengajukan pembelaan pada minggu depan. “Kami kembali serahkan ke pengacara untuk melakukan pembelaan,” kata I Nyoman Wiguna. (b/ade/dan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy