Pembunuh Aditya Dituntut 12 Tahun : Istri Minta Keadilan, Jaksanya Mendadak Berganti – Kendari Pos
Hukum & Kriminal

Pembunuh Aditya Dituntut 12 Tahun : Istri Minta Keadilan, Jaksanya Mendadak Berganti

KENDARIPOS.CO.ID — Tuntutan hukuman 12 tahun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kendari terhadap terdakwa, Achfi Suhasim tidak diterima keluarga korban pembunuhan Aditya. Istri mendiang presenter TVRI Kendari, Yuliati menilai tuntutan Jaksa terlalu ringan. Pasalnya, terdakwa tidak dijerat pasal 340 KUHP tentang perencanaan.

Yuliati mengaku kecewa dengan tuntutan itu, ia pun bimbang mau mencari keadilan di mana lagi. Ia mengaku tak menerima tuntutan tersebut. Kasus pembunuhan ini, seharusnya terdakwa dituntut minimal 20 tahun penjara, maksimal seumur hidup. “Dimana keadilan. Saya berharap pengadilan bisa memberikan rasa keadilan. Pelaku telah membunuh suami saya. Dan meninggalkan anak yang masih kecil. Pelaku harusnya dihukum seberat-beratnya,” ujar Yuliati.

Dalam tuntutan jaksa, katanya, tak disebutkan pasal yang menjerat terdakwa. Harusnya terdakwa dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Apalagi selama persidangan, terdakwa mengakui perbuatannya. Kejanggalan lain, kata dia, jaksa yang membacakan tuntutan berbeda dengan sidang-sidang sebelumnya. “JPU saat sidang sebelumnya adalah Nanang SH dan rekannya. Namun saat tuntutan jaksanya adalah Bangga SH. Apalagi sang jaksa saat kami tanya, hanya menjawab cuma bertugas membaca tuntutan,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kendari, Said Muhamad SH mengatakan, pihak keluarga boleh-boleh saja tak terima. Namun, apa yang telah dilakukan JPU sudah sesuai dengan apa yang telah terjadi di Persidangan. Said menuturkan, pasal 340 KUHP tidak terpenuhi dalam kasus ini. Di mana, hanya pasal 338 KUHP yang terpenuhi. Penggunaan pasal tersebut sudah sesuai dengan kaidah dan teori hukum.

“Karena Jaksa menentukan hukuman harus sesuai denga keterangan saksi-saksi dan juga teori hukum. Pada kasus ini, perencanaan tidak terpenuhi,” kata Said Muhamad yang ditemui di Kantor Kejaksaan Negeri Kendari, Rabu (13/2/2020). Ditanyakan soal pasal 338 kata dia, pasal tersebut termuat tentang pembunuhan biasa. Mengenai kasus ini, dia tak begitu sepenuhnya paham. Sebab, Jaksa yang menangani kasus ini adalah anak buahnya. Said hanya menyebutkan, bahwa pasal 338 memiliki ancaman hukuman 15 Tahun penjara. “Yang saya ketahui, bahwa pada kasus ini, tidak terpenuhi untuk pasal 340 KUHP. Karena tidak melakukan pembunuhan dengan perencanaan,”ujar dia. (c/ade)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy