Pembangunan SPAM Kontunaga di Muna Dimulai, Agustus Operasional – Kendari Pos
Muna

Pembangunan SPAM Kontunaga di Muna Dimulai, Agustus Operasional

Pembangunan broncaptering berkapasitas 20 liter/detik melalui proyek SPAM IKK dimulai di Kecamatan Kontunaga kemarin. Prosesi peletakan batu pertama dilakukan Bupati Muna, LM. Rusman Emba (keempat dari kanan) dan Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan (tengah) serta dihadiri pihak dari Kementerian PU-PR di daerah.

KENDARIPOS.CO.ID — Pembangunan sistem pengolahan air minum (SPAM) Kontunaga akhirnya resmi dimulai. Prosesi peletakan batu pertama dilakukan Bupati Muna, LM. Rusman Emba dan Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan serta Kepala Balai Prasarana Permukiman, Mustaba, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, Yohanes Tulak Todingrara, Kepala Balai Wilayah Sungai IV Sultra, Haeruddin C Maddi. SPAM tersebut akan mengentaskan krisis air bersih di wilayah tersebut.

Kepala BPPW Sultra, Mustaba menerangkan SPAM Kontunaga salah satu paket proyek yang diteken langsung oleh Presiden Joko Widodo. SPAM tersebut dibangun dengan dana Rp24,5 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. SPAM Kontunaga akan dibangun dengan broncamptering atau pipa kapasitas 20 liter per detik dengan kemampuan mengaliri 2.000 sambungan rumah. Wilayah pelayanan tersebut mencakup dua kecamatan yakni tujuh desa di Kontunaga dan empat desa di Lohia. “Kalau satu sambungan rumah dinikmati 10 jiwa maka berarti SPAM ini bisa menjangkau 20 ribu jiwa,” paparnya, kemarin.

Proyek SPAM Kontunaga sendiri menggunakan sistem lelang dini dan akan digarap kontraktor lokal berbendera PT. Putera Kahiyang. Masa kontrak diberikan tujuh bulan atau 210 hari. “Artinya, Agustus mendatang air sudah akan mengalir ke rumah warga,” jelasnya. Sementara itu, Bupati Muna LM. Rusman Emba menerangkan SPAM tersebut menjawab penantian masyarakat terhadap air bersih selama puluhan tahun. Ia berharap, saat operasional nanti, SPAM akan mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat. “Satu per satu kebutuhan dasar masyarakat akhirnya terpenuhi. Kita harap ini cepat selesai dan segera bisa melayani masyarakat,” paparnya.

Lebih jauh, Rusman menyebutkan penuntasan krisis air bersih di Kontunaga dan Lohia sebenarnya sudah direncanakan sejak dua tahun lalu dengan skema pinjaman daerah senilai Rp 10 miliar. Hanya saja, pinjaman tersebut ditolak Kemendagri sehingga pembangunan SPAM akhirnya batal. Namun usaha Pemkab tidak berhenti dan dilakukan pendekatan kepada KemenPU-PR. Dengan dibantu Komisi V DPR RI, akhirnya SPAM Kontunaga dianggarkan melalui APBN. “Ini menjadi bukti jika Pemkab terus berjuang menyelesaikan kebutuhan masyarakat,” paparnya.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan, mengaku SPAM hanyalah satu dari sekian banyak program yang berhasil dibawa ke Muna. Sebelumnya, lewat Balai yang sama sudah dibangun pula TPAS Wawesa untuk penanganan sampah Kota Raha. Ia berharap agar pekerjaan SPAM itu tidak terhambat agar dapat segera beroperasi melayani warga. Ia menitip pesan agar masyarakat mengawasi pekerjaan kontraktor sehingga seluruh item sesuai spek dan selesai tepat waktu. “Kalau tidak ada halangan, Agustus akan kita resmikan,” pungkasnya. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy