Pembangunan Rumah Adat Patowonua di Kolut Padukan Budaya dan Wisata – Kendari Pos
Kolaka Utara

Pembangunan Rumah Adat Patowonua di Kolut Padukan Budaya dan Wisata

KENDARIPOS.CO.ID — Dalam beberapa pekan terakhir, masyarakat Kolaka Utara (Kolut) ramai membicarakan pendirian rumah adat Patowonua yang dianggap tak strategis dan jauh dari pusat kota, Lasusua. Bangunan itu menempati zona selatan Pantai Berova yang masih diselimuti hutan dan tanpa akses jalan pendukung. Makanya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dianggap tak serius mendirikan rumah adat tersebut dan terkesan sengaja “disingkirkan” dari pusat kota. namun Bupati Kolut, Nur Rahman Umar yang mendengar sorotan tersebut memberi penjelasan. “Hal pertama, penempatan rumah adat di luar pusat kota agar benar-benar menjadi tujuan utama bagi semua orang yang ingin mengetahui lebih jauh terkait bangunan tersebut beserta isinya. Kesannya berbeda jika di pusat keramaian, karena menjadi biasa saja dan sekadar disaksikan sepintas saja bagi yang melintas di sekitarnya. Jadi memang orang akan berkunjung karena tujuannya untuk mengenal, belajar dan mengetahui lebih jauh tentang budaya kita semua,” argumen bupati, Selasa (25/2).

Progres pembangunan rumah adat Patowonua di kawasan Pantai Berova yang disorot. Letaknya dianggap terpencil serta akses sulit menuju zona budaya tersebut.

Ia juga meluruskan informasi jika penempatan rumah adat Patowonua di kawasan itu hanya karena persoalan lahan yang murah. Begitu pula soal jalan. Diakui, saat ini belum ada akses langsung ke tempat itu. Akan tetapi dengan berdirinya bangunan tersebut sudah menjadi catatan bagi Pemkab untuk meneruskan jalan rabat beton yang terputus di ujung pantai.

Nur Rahman Umar

Ketua Lembaga Adat Patowonua, Masmur Lakahena, saat dikonfirmasi mengatakan, hanya ada satu akses jalan untuk menuju ke rumah adat tersebut, yakni melalui Pantai Berova. Untuk konsep pembangunan ke depan, lokasi itu menjadi pusat kegiatan budaya. Selain rumah adat induk yang dikerja saat ini masih akan dibangun lagi empat unit lainnya, mewakili Mokole masing-masing. Masmur memastikan rumah adat itu tuntas dibangun tahun ini juga, berikut fasilitas penunjangnya. “Jadi jangan kita berpikir keadaan sekarang kalau tidak ada jalan dan hutan. Namanya juga kita baru memulai dan tentu dibenahi dan dilengkapi perlahan,” pungkasnya. (b/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy