Pelecehan Seksual Dominasi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan – Kendari Pos
Metro Kendari

Pelecehan Seksual Dominasi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

KENDARIPOS.CO.ID — Upaya Pemprov Sultra menekan kasus kekerasan anak dan perempuan membuahkan hasil. Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan tahun 2019 lalu mengalami penurunan. Bila tahun 2018 lalu, tercatat 192 kasus. Pada tahun 2019 hanya 124 kasus. Pelecehan seksual, kekerasan fisik dan psikis serta ekspoitasi mendominasi kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. Kasus Kasus terbanyak berada di Kendari dan Konawe. Di Kendari, ada 29 kasus yang ditangani. Sebanyak 11 kasus kekerasan terhadap perempuan. Selebihnya atau 18 kasus berhubungan dengan anak. Sementara Konawe 26 kasus. Sebagian besar kekerasan terhadap anak yakni 19 kasus dan 7 kasus kekerasan terhadap perempuan.

“Kebanyakan kasus yang terjadi itu, berupa psikis, fisik, pelecehan seksual, eksploitasi dan penelantaran. Sebanyak 19 kasus kekerasan anak di Konawe, 4 kasus kekerasan anak laki-laki dan 15 kasus anak perempuan. Kalau di Kendari, 4 kasus kekerasan terhadap anak laki-laki dan 14 kasus anak perempuan. Kalau perempuan, Kendari 11 kasus, Konawe 7 kasus dan 6 kasus di baubau,” Andi Tenri, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3A-PPKB) Sultra.

Saat ini, pemerintah terus berupaya menekan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan. Tidak hanya memberikan edukasi, pihaknya turut melakukan pendampingan. Untuk bisa mendeteksi kasus, lembaganya telah menyiapkan Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI-PPA). Korban kekerasan bisa melaporkan kasusnya. Selain itu, P3A-PPKB telah membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).

“Selain menunggu laporan, kami juga rutin turun ke daerah. Kini, masyarakat mulai sadar untuk melaporkan kasus demi kasus kekerasan. Berbeda dengan belum adanya sosialisasi, mereka masih banyak yang enggan menceritakan permasalahan kekerasan keluarganya,” ujar Andi Tenri kemarin.

Sejauh ini kata dia, penanganan kasus belum maksimal. Dari 17 daerah, baru 10 daerah yang melakukan penginputan data. Tujuh daerah tersebut yakni Buton Selatan (Busel), Buton Tengah (Buteng), Buton Utara (Butur), Konawe Kepulauan (Konkep), Muna, Muna Barat (Mubar) dan Wakatobi. “Kami sementara inventarisir, kira-kira kendalanya apa di 7 kabupaten itu. Sehingga tidak melakukan pengiputan data, apakah jaringan yang tidak ada, ataukah sumber daya manusia (SDM) -nya yang belum siap. Itu yang sementara kita inventarisir,” ujarnya. (b/rah)

Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan
2018 192 Kasus
2019 124 Kasus

Kekerasan Anak Kekerasan Perempuan
Kendari 18 Kasus 11 Kasus
Konawe 19 Kasus 7 Kasus
Baubau – 6 Kasus

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy