Optimalkan Masa Reses, Aksan Jaya Putra Sambangi Tiga Kecamatan di Kendari – Kendari Pos
Metro Kendari

Optimalkan Masa Reses, Aksan Jaya Putra Sambangi Tiga Kecamatan di Kendari

KENDARIPOS.CO.ID — Aksan Jaya Putra menggelar reses perdana pada masa sidang pertama di tiga lokasi yakni, Kecamatan Kendari, Abeli dan Puwatu. Dalam kunjungan, politisi Partai Golkar ini menerima banyak keluhan masyarakat. Mulai dari persoalan infrastrukutur jalan, pertambangan jalan kota, lapangan kerja, bantuan untuk nelayan hingga banjir.

Kecamatan Kendari menjadi lokasi pertama yang dikunjungi. Di Kecamatan Kendari, warga meminta sang wakil rakyat untuk memperhatikan pembangunan wilayah Kota Lama. Selama ini, Kota Lama kurang mendapat perhatian. Banyak talud yang jebol harus segera diperbaiki. Nelayan butuh bantuan. Selain itu, warga mempertanyakan nasib mereka pasca dibangunnya jembatan Bahtermas dan jalan wisata Kendari-Toronipa.

Pria yang akrab disapa AJP ini menyatakan kesiapannya menindaklanjuti aspirasi warga. “Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait termasuk Pemkot. Kami ingin mendudukan persoalan ini agar tuntas. Pemerintah harus membuat lapangan kerja atau membentuk kawasan ekonomi baru sebagai sumber penghidupan masyarakat di Kecamatan Kendari . Apakah membuat kawasan kuliner atau seperti apa itu adalah wewenang Wali Kota Kendari,” paparnya.

Di lokasi kedua, AJP menyambangi warga Kecamatan Abeli. Seperti halnya di Kecamatan Kendari, AJP pun mendengar berbagai keluhan warga. Salah satunya penambangan pasir di Petoaha. Masyarakat menyebutkan pertambangan di sana dinilai sudah tidak wajar. Akibat aktivitas pertambangan tersebut jalan-jalan di sekitar sudah membentuk kubangan dan
Jalan Tani banyak terputus. “Banyak debu jika sudah musim kemarau tiba. Harap ini bisa dibantu untuk diselesaikan,” tutur masyarakat kepada Aksan.

Aksan pun mengaku kaget dengan adanya lokasi pertambangan di dalam Kota. Menurutnya, wilayah Kota bukan wilayah aktivitas pertambangan. “Seharusnya tidak ada. Namun saya tidak tahu jika ada izin dari Wali Kota. Meski begitu, jika benar ada pertambangan itu harus ada izin dari ESDM Provinsi. Untuk itu, kita akan klarifikasi lagi kepada ESDM Provinsi dan juga Wali Kota Kendari. Jika benar ada, maka ada hak dan tanggungjawab yang harus diberikan perusahaan tambang. Apa lagi saya dengar kewajiban CSR tidak berjalan,” tegasnya.

Laman: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy