OJK Sukses Tutup 2.738 Entitas Ilegal se-Indonesia – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

OJK Sukses Tutup 2.738 Entitas Ilegal se-Indonesia

KENDARIPOS.CO.ID — Sejak tahun 2017 hingga 2020, Satgas Waspada Investasi (SWI) telah berhasil menutup 2.738 entitas ilegal se-Indonesia. Entitas ilegal yang dimaksud terdiri dari 2014 fintech ilegal, 68 gadai ilegal, dan 656 investasi ilegal (Forex, trading, MLM, investasi uang, investasi saham, pialang berjangka, dan lain-lain). Informasi itu diungkapkan Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sultra, Ridhony M. H. Hutasoit saat ditemui di kantor OJK Sultra, Jumat (14/2).

“OJK sudah melakukan banyak hal untuk melayani masyarakat. Selain intens mengedukasi, OJK juga memaksimalkan layanan pengaduan konsumen,” ujar Ridhony, kemarin. Ia merinci, layanan pengaduan dari sektor pasar modal sudah mencapai 9211, perasuransian 23.756, pembiayaan 22.094, dana pensiun 987, lembaga jasa keuangan lainnya 48.962, perbankan 104.844, serta non lembaga jasa keuangan 104.505 kasus pengaduan.

OJK Sultra menyelenggarakan seminar Literasi Keuangan dan Pelatihan Financial Technology (Fintech) serta Waspada Investasi Ilegal bersama Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis Universitas Halu Oleo (UHO), beberapa waktu lalu.

OJK juga berhasil menjaga pertumbuhan intermediasi sektor jasa keuangan dengan tetap menjaga profil risikonya. Rasio Non Performing Loan (NPL) gross perbankan relatif rendah dengan Capital Adequacy Ratio perbankan jauh di atas threshold. NPL tahun 2018 sebesar 2,37 persen sedangkan di tahun 2019 naik menjadi 2,53 persen. OJK bersama industri jasa keuangan berkomitmen menyediakan pendanaan yang terjangkau. Hal ini terlihat dari turunnya net interest margin dan rata-rata suku bunga kredit perbankan. Pada tahun 2019 net interest margin sebesar 4,91 persen, lebih rendah dari tahun 2018 yang tercatat 5,14 persen.

Di pasar modal, OJK secara aktif mendorong perusahaan-perusahaan berskala menengah untuk mendapatkan sumber pembiayaan melalui pasar modal. Usaha ini membuahkan hasil di mana penghimpunan dana melalui penawaran umum di pasar modal mengalami peningkatan. Aktivitas penghimpunan dana melalui penawaran umum di pasar modal pada 2019 mencapai Rp166,8 triliun dari 60 emiten baru. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi pertama di ASEAN dan ketujuh di dunia. OJK berhasil menjaga pertumbuhan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) dengan tetap menjaga kualitas. Penghimpunan dana di industri asuransi positif dengan premi asuransi komersial tumbuh serta permodalan memadai di mana Risk-Based Capital industri asuransi umum dan asuransi jiwa lebih tinggi dari threshold 120 persen.

“Kinerja intermediasi perusahaan pembiayaan tumbuh dengan risiko kredit di perusahaan pembiayaan yang terpantau rendah. Tercermin dari rasio NPL serta Gearing Ratio perusahaan pembiayaan yang rendah,” terangnya.

Kata pria yang karib disapa Ridho ini, melalui SWI, OJK akan terus bertindak untuk melindungi masyarakat dari kegiatan fintech peer-to-peer lending ilegal yang tidak terdaftar di OJK. Kegiatan fintech peer-to-peer lending ilegal saat ini masih banyak beredar lewat website, aplikasi, maupun penawaran melalui sms. “Kami meminta masyarakat untuk berhati-hati sebelum melakukan pinjaman secara online dengan melihat apakah aplikasi peer-to-peer lending tersebut telah terdaftar di OJK atau belum,” tuturnya.

Selama 2020, kata dia, OJK Sultra telah menerima 10 pengaduan yang terdiri atas tujuh pengaduan dari perbankan, satu dari pembiayaan, satu dari asuransi, dan satu dari fintech lending. Semua pengaduan tersebut telah diselesaikan. “Masih ada masyarakat yang terjebak fintech lending ilegal. Kami menengarai potensi masyarakat terjebak pinjaman online ilegal masih cukup besar. Biasanya kelalaian ini didorong oleh sikap konsumtif yang berlebihan. OJK akan terus mendorong masyarakat agar menggunakan konsep legal dan logis,” pungkasnya. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy