Mutu Kakao di Kolut Dilirik Perusahaan Prancis dan Belanda – Kendari Pos
Kolaka Utara

Mutu Kakao di Kolut Dilirik Perusahaan Prancis dan Belanda

Bupati Kolut, H. Nur Rahman Umar memperlihatkan buah kakao petani. Pemkab Kolut sedang membidik pasar internasional agar komoditas kakao di daerah itu bisa diekspor ke mancanegara.

KENDARIPOS.CO.ID — Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara (Kolut) membuka jaringan dan kerja sama ekspor biji kakao ke dunia internasional, terus dilakukan. Sampel biji yang telah diteliti di Prancis untuk tahap pertama telah mendapat pengakuan sebagai komoditas unggulan. Bupati Kolut, Nur Rahman Umar, menjelaskan, pihaknya telah menerima konfirmasi hasil uji laboratorium oleh 25 tim ahli perusahaan di Prancis terkait sampel yang dikirim sesuai permintaan.

Hasilnya menggembirakan. Mereka mengakui kakao Kolut berkualitas, punya ciri khas dan memiliki aroma rempah level internasional. “Konfirmasi perusahaan sudah ada dan mereka menawarkan delapan dollar per kilogram,” ungkap Nur Rahman, Rabu (12/2). Agar lebih akurat, perusahaan kembali meminta jumlah sampel yang lebih banyak. Pemkab masih menunggu permintaan resmi tersebut. Minimal kata bupati sampel berikutnya 50 kg-1 kwintal.

Melihat peluang tersebut, Kolut-1 itu semakin optimis menggeber program revitalisasinya. Ia mengkalkulasi setiap kilogram kakao bisa bernilai Rp 96 ribu. Meski begitu, Nur Rahman masih menimbang dengan harapan jika terjalin kerja sama, maksimal nilainya hingga Rp 140 ribu per kg. “Disisi lain kalau kerja sama terjalin, yang kita pikirkan tentu jumlah permintaannya. Apa bisa dipenuhi. Makanya kami terus mendorong semua petani agar bergerak menanam,” tuturnya. Kakao Kolut bakal menjanjikan dan ia percaya tanpa disuruh menanam pun, masyarakat akan melakukannya. “Lihat sekarang, petani yang menanam di awal program saat ini kakaonya sudah berbuah. Rugi tentu yang menerima bibit tetapi belum ditanam,” katanya.

Ia telah meminta pihak Dinas Perkebunan dan Peternakan mendata untuk mengetahui jumlah petani dan luas tambahan lahan kakao. Kadis Dinas Perkebunan dan Peternakan Kolut, Ismail Mustafa, memastikan kebenaran hasil uji sampel kakao yang dikirim ke Prancis. Sambil menunggu permintaan secara resmi sampel kedua, Pemkab juga mengirim contoh biji kakao ke Belanda. “Januari lalu kami sudah kirim dan hasilnya kisaran dua bulan lagi sudah bisa diketahui,” bebernya.

Ia menjelaskan, sampel empat kilogram kakao hasil fermentasi dikirim ke Belanda. “Mereka memang sedang mencari pasar dan Kolut punya kakao,” katanya. Ismail sendiri baru saja bersama pihak perusahaan asing itu menemui Dirjen Perkebunan untuk mendorong peluang kerjasama ekspor ke luar negeri. Pemerintah Pusat mendukung dan kami berupaya meyakinkan perusahaan dengan memperlihatkan kualitas biji kakao petani,” tandasnya. (b/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy