Mewujudkan Hidup Sehat dengan Triple Filter Tes, Oleh : Prof. Hanna – Kendari Pos
Kolom

Mewujudkan Hidup Sehat dengan Triple Filter Tes, Oleh : Prof. Hanna

KENDARIPOS.CO.ID — Orang berkata hidup ini adalah pilihan. Wujud dari itulah bagaimana kita memandang hidup ini. Ada kalimat bijak yang bisa kita jadikan bahan renungan yang mengatakan bahwa kehidupan anda lima atau sepuluh tahun yang akan datang sangat ditentukan oleh buku yang anda baca, acara yang anda tonton, dan orang-orang yang anda temui. Sadar atau tidak, pikiran kita menentukan ke mana arah hidup kita, seperti apa hidup kita, dan bagaimana hidup kita ke depan. Artinya ketika menjadi terbiasa mengisi pikiran dengan hal-hal negatif, maka hidup kita pun akan penuh dengan hal-hal negatif.

Sebaliknya, jika secara konsisten memasukkan hal-hal positif, maka hidup anda akan dipenuhi dengan hal-hal yang positif. Oleh karena itu mulailah mengisi pikiran anda dengan agama, membaca buku-buku yang bermanfaat untuk memperlengkapi diri anda. Milikilah komunitas yang bisa membangun kebersamaan. Perkembangan teknologi saat ini menjadi satu kekuatan yang sangat memengaruhi perilaku manusia.

Tentu saja berdampak secara positif terhadap kualitas kehidupan. Indikator dari kehidupan yang berkualitas adalah apabila bermanfaat dan berguna bagi proses produksi suatu barang atau jasa tertentu. Semakin baik, semakin terampil semua orang mencarinya. Tetapi ketika ia tidak lagi mampu berfungsi untuk bekerja pada suatu bidang pekerjaan yang menghasilkan uang maka ia akan dibuang dan dilecehkan.

Oleh sebab itulah dalam zaman sekarang ini pandangan umum terhadap kelompok manusia usia lanjut (manula) dan mereka yang cacat anggota tubuhnya sering dinilai sudah tidak lagi bersumber daya. Tidak bisa dihindari bahwa dalam kehidupan sekarang, selain terjadi perendahan kualitas ekonomi, juga terjadi perendahan makna kualitas hidup manusia. Hidup seseorang dikatakan berkualitas hanya jika ia sukses dalam pekerjaan. Sukses pelajaran di sekolah atau kampus atau berhasil mendapatkan uang sebanyak mungkin atau ketika seseorang dapat mengikuti gaya hidup modern, yaitu mampu membeli produk keluaran terbaru yang mahal. Dan terjadilah apa yang disebut dengan perubahan perilaku komunikasi.

Prof Hanna

Mengamati fenomena diatas, tidak bisa kita hindari bahwa perubahan-perubahan yang terjadi di dalam kelompok dipengaruhi oleh aktivitas atau tindak komunikasi yang berlangsung di dalam kelompok itu sendiri, artinya setiap tindak komunikasi dan perilaku anggota akan berpengaruh pada perubahan pendapat dan sikap yang pada akhirnya akan membentuk partisipasi. Demikian juga di dalam kelompok anggota akan berintegrasi dan bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan bersama. Komunikasi antarpribadi yang efektif, akan dapat memberikan peluang sebesar-besarnya kepada anggota untuk bekerja sama dan berpartisipasi dalam kegiatan kelompok.

Efektivitas komunikasi antarpribadi dapat tercapai apabila faktor-faktor yang memengaruhinya saling mendukung. Efektivitas komunikasi antarpribadi sangat dibutuhkan karena dengan itu dapat menumbuhkan partisipasi anggota sehingga dapat menjalankan fungsinya dengan baik serta dapat bermanfaat bagi anggota kelompok pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas komunikasi antarpribadi antara lain keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Socrates memandang bahwa dalam kehidupan ini ada tiga unsur yang membawa kehidupan yang berkualitas yakni, kebenaran, kebaikan dan kegunaan.

Terkait dengan itu, Socrates seorang filsuf besar Yunani yang terkenal memiliki pengetahuan tinggi dan sangat terhormat. Suatu hari seorang kenalannya bertemu dengan Socrates dan berkata : “Tahukah anda apa yang saya dengar tentang teman anda ?” “Tunggu sebentar,” jawab Socrates. “Sebelum anda menceritakan apapun pada saya, saya akan memberikan suatu tes sederhana yang disebut kebenaran. Untuk menyampaikan informasi perlu kita sampaikan dengan benar dan indikator “Apakah anda yakin bahwa apa yang akan anda katakan pada saya itu benar?”. “Tidak,” jawab orang itu, “Sebenarnya saya hanya mendengar tentang itu.” “Baik,” kata Socrates. Filter selanjutnya yang disampaikan adalah kebaikan : “Apakah yang akan anda katakan tentang teman saya itu sesuatu yang baik ?”

“Tidak, malah sebaliknya”. “Jadi,” Socrates melanjutkan, “Anda akan menceritakan sesuatu yang buruk tentang dia, tetapi anda tidak yakin apakah itu benar”. Anda masih memiliki satu kesempatan lagi, masih ada satu filter lagi, yaitu filter ketiga yakni kegunaan. Apakah yang akan anda katakan pada saya tentang teman saya itu akan berguna bagi saya ?”. “Tidak, sama sekali tidak”.

Simpulan dari dialog di atas adalah jika seseorang ingin menyampaikan yang belum tentu benar, bukan tentang kebaikan,dan bahkan tidak berguna untuk apa disampaikan pada orag lain. Artinya jika bukan kebenaran, bukan kebaikan, dan tidak ada kegunaan yang positif, tidak perlu kita terima atau dengar. Apalagi kita sampaikan kepada orang lain. Karena dengan memelihara ketiga unsur akan membawa kita kepada kehidupan yang berkualitas.

Hidup seseorang dikatakan berkualitas apabila mempunyai kedekatan hubungan pribadi mendalam dengan Allah SWT. Rasul pernah bersabda “Sebaik-baiknya manusia di antara kalian adalah yang paling banyak memberikan manfaat kepada orang lain. (Alhadis). Karena hidup manusia akan dipertanggungjawabkan di hadapan sang Khalik dan ada kehidupan yang langgeng, lebih baik serta indah di alam akhirat. Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan). (QS Ad-Dhuha:4). (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy