Mendikbud : 50 Persen Dana Bos untuk Gaji Guru Honorer – Kendari Pos
Nasional

Mendikbud : 50 Persen Dana Bos untuk Gaji Guru Honorer

Salah seorang honorer K2, Nunik Nugroho bertemu Mendikbud Nadiem Makarim di ruang Komisi X DPR. Dia menyampaikan unek-uneknya tentang nasib honorer tua

KENDARIPOS.CO.ID — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melakukan perubahan mekanisme pembayaran dana bantuan operasional sekolah (BOS). Jika sebelumnya, pencairannya dari kas negara ke Dinas Pendidikan kepada kepada sekolah (Kepsek), kini mekanismenya dipangkas. Dana BOS nantinya akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing kepala sekolah.

Perubahan ini, menurut Nadiem, untuk mempersingkat waktu agar Kepsek sebagai manager sekolah bisa segera memanfaatkan dananya. Apalagi kebutuhan sekolah itu sangat berbeda dari satu sekolah ke lainnya. Jadi yang semua restriksi itu diserhanakan. “Untuk 2020 hanya ada satu limit yaitu maksimal 50% dana BOS boleh digunakan untuk pembiayaan guru honorer. Ini adalah langkah pertama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk membantu menyejahterakan guru honorer yang memang layak mendapatkan upah lebih layak,” kata Nadiem di Jakarta, Senin (10/2).

Dia menyebutkan, satu-satunya orang yang mengetahui siapa guru honorer yang baik mengabdi itu kepala sekolah. Jadi pemerintah memberikan kewenangan ini kepada kepala sekolah untuk menentukan. “Jadi yang tadinya cuma 15%, akan naik menjadi maksimal 50%. Ini juga memberikan kebebasan menggunakan dalam 50% bisa untuk tenaga pendidik, seperti membiayai operator dari kepala sekolahnya. Agar dia bisa berfungsi sebagai pemimpin pembelajaran, bukan pemimpin operasional sekolah,” jelasnya.

Dia menambahkan, sebelumnya juga ada pembatasan maksimal 20%, sekarang kepala sekolah tidak ada limitnya. Jadi satu-satunya limit ini maksimal dari dana BOS untuk tenaga pendidik yang ditingkatkan sampai 50%. “Ini adalah esensi dari merdeka belajar. Ini juga esensi menjadi jawaban pertama Kemendikbud, terhadap banyaknya masukan baik guru PNS maupun non PNS,” katanya. Menurut Nadiem, banyak guru honorer yang mengabdi luar biasa tetapi tidak mendapat upah yang layak. “Namun ini bukan solusi, tetapi paling tidak untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer,” ujarnya.

Kesejahteraan Guru Honorer Memprihatinkan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengaku prihatin melihat minimnya kesejahteraan guru honorer. Guru honorer di sekolah negeri hanya mendapatkan gaji dari dana BOS sebesar Rp 150 ribu per bulan. Itu pun dibayar per triwulan. “Ya karena kepala sekolah tidak bisa berbuat lebih karena ada batasan penggunaan dana BOS untuk honorer hanya 15 persen,” kata Nadiem di Jakarta, Senin (10/2).

Itu sebabnya, Nadiem ingin memberikan kemerdekaan kepada para kepala sekolah dalam penggunaan dana BOS. Di mana penggunaan dana BOS diberikan fleksibilitas. “Selama ini kepala sekolah tidak berdaya kan untuk memberikan atau menggunakan anggarannya sesuai kebutuhan sekolah. Itu makanya jangan heran gaji guru honorer sangat murah,” katanya.

Dia berharap dengan adanya aturan baru di mana limit dana BOS menjadi 50 persen, dana itu bisa dipakai untuk membayar gaji guru honorer. Menurut Nadiem, ini sifatnya tidak permanen dan hanya untuk menyelamatkan guru honorer. Nadiem menyebutkan, pemerintah saat ini tengah berupaya menyelesaikan masalah guru honorer melalui mekanisme rekrutmen CPNS maupun PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja). Namun sembari menunggu itu, paling tidak para kepala sekolah sudah bisa menaikkan gaji guru honorer yang berkinerja baik. “Ini bukan solusi paten, tetapi hanya langkah awal sembari menunggu kebijakan berikutnya,” imbuhnya. (esy)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy