Majukan Pendidikan, Guru di Sultra Dilatih Menulis Ilmiah – Kendari Pos
Edukasi

Majukan Pendidikan, Guru di Sultra Dilatih Menulis Ilmiah

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra Asrun Lio (depan, tiga dari kiri), Edi Arham (depan, dua dari kiri), Penulis Buku Best Seller , Jakarta Under Kompor Arham Rasyid (depan, dua dari kanan), foto bersama usai pembukaan Guru Penggerak Sultra, di SMPN 9 Kendari, Sabtu (22/2) lalu.

KENDARIPOS.CO.ID — Sekira 80 guru dari beberapa daerah bertemu di Kendari, guna berlatih menulis karya tulis ilmiah dan fiksi, selama dua hari, Sabtu dan Minggu (23/2), di Aula SMPN 9 Kendari. Para guru sangat antusias, terbukti tak hanya dari Kendari, beberapa guru yang hadir ada dari Wakatobi, Konawe, dan Buton Selasa (Busel).

Ketua Panitia, Edi Arham menjelaskan, workshop menulis tersebut merupakan kegiatan kedua forum guru penggerak sultra, yakni wadah bagi guru berprestasi yang punya visi misi memajukan pendidikan dengan memotivasi guru di seluruh daerah, supaya bisa mencerdaskan kehidupan bangsa. “Pada kegiatan ini, mereka belajar menulis karya tulis ilmiah dan fiksi dalam bentuk cerpen, harapannya ada yang bisa membuat buku fiksi dalam waktu yang disiapkan, sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikat 42 jam, mereka bisa mengikuti kegiatan dan mengumpulkan karya tulisnya,” terangnya.

Ia berharap, dengan kegiatan ini pmembuat guru bisa menulis atau bisa memperbaiki karya tulis mereka, hingga bisa menembus hingga tingkat nasional. “Alhamdulillah kalau tingkat nasional sudah banyak guru penggerak yang lolos, mungkin ke depannya bisa hingga internasional,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr. Asrun Lio mengatakan, konsep Guru penggerak memang harus dimulai dari diri sendiri. “Saat ini sudah ada forum komunikasi guru penggerak, dan Dikbud mengapresiasi ini. Inilah upaya yang harus dilakukan guru. Jadi, untuk membentuk guru penggerak, bisa melalui pemerintah dan secara mandiri. Nah, pada hari ini para guru sudah melakukan usaha sendiri, tanpa intervensi pemerintah, tapi tetap dimonitor, karena bagian dari pengembangan potensi guru,” jelasnya.

Dia menambahkan, agar jiwa guru penggerak harus hadir dalam diri setiap guru. “Kalau dulu minimal ada satu guru penggerak di sekolah, tapi menurut saya setiap guru harus menjadi penggerak, minimal untuk diri sendiri. Harapannya, dengan berbagai kegiatan ilmiah seperti ini, mereka akan menulis riset atau fiksi, serta meningkatkan kompetensi mereka sebagai guru penggerak,” tandasnya. (hel/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy