Kuota KIP Kuliah IAIN Kendari Bertambah – Kendari Pos
Edukasi

Kuota KIP Kuliah IAIN Kendari Bertambah

Dokumentasi Raker IAIN Kendari di Jakarta

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan mengganti nama beasiswa bidikmisi menjadi Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang berlaku mulai tahun ini. Hal ini diungkapkan Kepala Subdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kemenag, Ruchman Basori, M.Ag., saat membawakan materi peningkatan Sarpras dan Kemahasiswaan untuk Peningkatan Mutu PTKI pada kegiatan Rapat Kerja IAIN Kendari tahun 2020, di Jakarta, Kamis (20/2) lalu.

Terkait hal itu, Rektor IAIN Kendari Prof. Dr. Faizah Binti Awad, M.Pd., mengungkapkan, penggantian nama bidikmisi juga ikut mengubah sistem seleksi serta persyaratan penerima beasiswa dimaksud. Salah satu perubahan itu antara lain penerima KIP kuliah harus merupakan penerima KIP saat masih menjadi siswa Madrasah Aliyah (MA)/SMA sederajat.

“Jadi mulai sekarang kami sampaikan kepada siswa penerima KIP, agar mendaftar ke IAIN Kendari. Kuota IAIN Kendari tahun ini 175 mahasiswa, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 70 orang. Kuota ini bisa saja bertambah apabila ada PTKI yang kuotanya tidak terserap maka bisa didistribusikan ke kampus lain yang memiliki jumlah pendaftar KIP kuliah lebih banyak,” jelasnya.

Lanjut dia, secara nasional, jumlah penerima KIP Kuliah di PTKI sebanyak 17.565 mahasiswa naik signifikan dari tahun sebelumnya sebanyak 11.000 penerima beasiswa. Peningkatan ini diharapkan ikut meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat berprestasi dan kurang mampu secara ekonomi.

Selain penyediaan beasiswa, Kementerian Agama juga berkomitmen membangun mutu PTKI melalui dukungan anggaran untuk penyediaan sarana prasarana pendidikan salah satunya melalui skema SBSN. “IAIN Kendari telah dua kali memperoleh anggaran dari skema SBSN, untuk pembangunan gedung kuliah dan laboratorium terpadu pada tahun 2018 dan 2019,” ujarnya.

Ia berharap, penyediaan sarpras tersebut juga ikut dibarengi dengan komitmen budaya mutu pelayanan pendidikan di lingkungan tenaga pendidik dan kependidikan. “Jadi kampus yang bermutu itu simpel saja rumusnya, kalau tidak bisa menjadi yang terbaik, maka harus menjadi yang pertama, kalau tidak bisa menjadi yang pertama harus memiliki distingsi atau berbeda dengan yang lain”, tutupnya. (hel/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy