Kendalikan Inflasi, BI Sultra Gandeng Pemda – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Kendalikan Inflasi, BI Sultra Gandeng Pemda

Pengrajin sedang menyelesaikan produk kerajinan dari olahan rotan di Desa Lelekaa, Kab. Konawe Selatan, beberapa waktu lalu. Meski proyeksi ekonomi Sultra 2020 meningkat pada kisaran 6.7 persen, namun lapangan usaha industri pengolahan mengalami perlambatan, utamanya dari sisi penawaran.

KENDARIPOS.CO.ID — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sultra terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi agar semakin baik. Ekonomi Sultra di 2020 diproyeksikan akan tumbuh hingga 6,7 persen. Hal itu diungkapkan Kepala BI Perwakilan Sultra, Suharman Tabrani saat ditemui, Senin (24/2).

Dijelaskan bahwa berdasarkan beberapa indikator pendukung salah satunya hasil survei, perekonomian Sulawesi Tenggara diperkirakan akan tumbuh pada kisaran 6,3-6,7 persen (yoy), mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan IV 2019 yang berada pada kisaran 6,5-6,9 persen (yoy). Dari sisi penawaran, perlambatan kinerja perekonomian pada periode tersebut diperkirakan berasal dari lapangan usaha pertambangan, lapangan usaha industri pengolahan, lapangan usaha konstruksi dan lapangan usaha perdagangan besar dan eceran.

“Meski demikian, perekonomian Sultra pada tahun 2020 diperkirakan akan mengalami akselerasi pertumbuhan pada kisaran 6,3-6,7 persen (yoy) yang didukung oleh pertumbuhan yang terjadi pada lapangan usaha nonpertambangan,” ujar Suharman, kemarin.

Lanjut dia, tekanan inflasi Sultra pada tahun 2020 mendatang diperkirakan berada pada sasaran inflasi nasional sebesar 3,0% ± 1%. Pada tahun tersebut, inflasi Sultra diperkirakan sekitar 2,9% – 3,3% (yoy), cenderung menurun dibandingkan dengan perkiraan inflasi selama tahun 2018 yang berada pada kisaran 3,0% – 3,4% (yoy). “Berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan produksi perikanan dan sayur-sayuran dapat menjadi faktor yang mendorong stabilnya capaian inflasi,” imbuhnya.

Berkaca pada triwulan IV 2019, perkembangan beberapa indikator ekonomi di Sultra mengindikasikan arah pertumbuhan dengan tren positif dengan kisaran 6,5 persen sampai 6,9 persen (yoy). Sektor ekonomi yang diperkirakan akan mengalami peningkatan kinerja yaitu lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan, lapangan usaha konstruksi dan lapangan usaha perdagangan besar dan eceran.

Namun, perlambatan pada lapangan usaha pertambangan dan penggalian dan lapangan usaha industri pengolahan, menjadi salah satu faktor yang dapat menahan laju akselerasi perekonomian pada periode tersebut. Sementara dari sisi permintaan, percepatan pertumbuhan pada sektor utama seperti konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, investasi dan ekspor diperkirakan mampu mendorong akselerasi perekonomian Sultra pada periode mendatang.

Kata dia, pengaruh ekonomi dari segi tekanan inflasi yang meningkat disebabkan oleh peningkatan pada kelompok bahan makanan meskipun tertahan oleh penurunan pada kelompok perumahan dan kelompok transportasi. Gangguan produksi pada subkelompok sayur-sayuran dan bumbu-bumbuan akibat kemarau berkepanjangan menjadi faktor utama yang melatarbelakangi meningkatnya tekanan inflasi tahunan bahan makanan di Sultra selama 2019. Oleh karena itu, pihaknya bersama pemerintah daerah melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sultra, akan terus berupaya mengendalikan inflasi dengan berfokus pada upaya menjaga kestabilan harga melalui berbagai kegiatan untuk menjamin ketersediaan stok dan kelancaran distribusi komoditas pangan serta peningkatan kapasitas dari seluruh anggota TPID.

Dia menambahkan, kondisi stabilitas sistem keuangan di Sultra sejauh ini masih tetap terjaga. Itu tercermin pada ketahanan keuangan sektor rumah tangga, sektor korporasi, UMKM dan institusi keuangan yang masih menunjukkan perkembangan yang positif dengan risiko yang relatif terkendali. “Semoga tahun ini, ketahanan keuangan sektor rumah tangga terus terjaga dengan risiko yang membaik dan optimisme yang juga semakin baik. Ketahanan pada sektor korporasi juga terus terjaga yang tercermin dari terjaganya pendapatan selama periode pelaporan dan risiko yang terus terjaga,” pungkasnya. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy