Kelanjutan Proyek Jembatan Pasar Baru Masih “Kabur” – Kendari Pos
Metro Kendari

Kelanjutan Proyek Jembatan Pasar Baru Masih “Kabur”

Baru satu sisi jembatan Baru Pasar yang difungsikan. Pengerjaannya terpaksa ditunda lantaran proses ganti rugi lahan yang belum tuntas.

KENDARIPOS.CO.ID — Pembangunan jembatan pasar baru, telah tuntas sejak tahun 2017 lalu. Namun, pembangunan tersebut tidak dapat berfungsi maksimal, hanya satu dari dua ruas yang dapat digunakan. Pembebasan lahan menjadi kendala utama tidak maksimalnya penggunaan pembangunan jembatan tersebut.

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari, Yohanis Tulak Todingrara mengaku telah berkoordinasi bersama pemerintah daerah terkait pembebasan lahan tersebut. Namun, hingga kini kepastian soal pembebasan pun belum bisa didapatkan, sehingga pihak balai tidak bisa melanjutkan penuntasan pembangunan jembatan tersebut.

“Masih ada lahan masyarakat kita. Kita sudah koordinasi dengan pihak Pemda dengan harapan biaya pembesan dari Pemda Sultra bisa dilakukan. Jika sudah selesai, kita siap untuk melanjutkan pembangunan konstruksinya,” tutur Yohanis Tulak Todingrara, saat ditemui dikantornya, di Kendari, kemarin.

Soal hasil koordinasi bersama Pemerintah pun, Yohanis mengaku belum mendapatkan kepastian waktu kapan akan dituntaskan terkait pembebasan lahan tersebut. “Mudah-mudahan ada titik temu terkait dengan komunikasi pemerintah dan masyarakat. Kita harapkan tahun ini bisa selesai. Sehingga penggunaan jembatan kuning pasar baru itu bisa optimal berfusi dua sisi,” harapnya.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Sultra Aksan Jaya Putra pun menghimbau agar persoalan pembebasan lahan itu bisa dilakukan segera. Pasalnya, pembangunan yang telah dilakukan terkesan sia-sia. “Tidak hanya sia-sia. Tidak optimalnya penggunaan jembatan itu juga menjadi sumber masalah baru, yakni kemacetan,” ungkapnya.

Dirinya pun pemerintah bisa segera menyelesaikan persoalan pembebasan lahan tersebut. “Saya komunikasi sama masyarakat bisa dijalankan dengan baik. Karena kabarnya persoalan ketidak cocokan harga ganti rugi menjadi masalah. Apalagi ini menyangkut kepentingan masyrakat banyak,” tegasnya.

Menjawab persoalan jembatan kuning, pasar baru tersebut pihak Pemerintah Provinsi mengaku bahwa masih ada kendala terkait pembebasan lahan di sisi kiri jembatan tersebut. “Jembatan pasar baru belum berfungsi optimal karena pembebasan lahan di sisi kiri jembatan arah kampus UHO belum selesai pembebasanya,” ungkap Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sultra, J Robert.

Kendala dalam proses pembebasan itu pun dikarenakan belum ada kesepakatan dengan pemilik lahan. “Informasi yang saya sempat dengar dari Karo Pemerintahan bahwa belum ada kesepakatan dengan pemilik. Tapi, sebaikx dikonfirmasi ke Pak Ali Akbar karo pemerintahan seperti apa progresnya saat ini,” katanya.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, Kendari Pos belum bisa mendapatkan konfirmasi dari Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Sultra, Ali Akbar, baik melalui pesan Whastapp atau pun telepon selulernya.

Untuk diketahui, proyek pembangunan Jembatan Kuning Pasar Baru dikerjakan oleh PT Wirakarsa Konstruksi, yang dimulai pada tahun 2015 – 2017 lalu, dan menelan anggaran Rp 37 miliar dari serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), namun jembatan tersebut baru berfungsi satu lajur. (b/yog)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy