Kadis Ketahanan Pangan Butur : Pertanian Sektor Unggulan Penggerak Perekonomian Rakyat – Kendari Pos
Buton Utara

Kadis Ketahanan Pangan Butur : Pertanian Sektor Unggulan Penggerak Perekonomian Rakyat

KENDARIPOS.CO.ID — Warga Buton Utara (Butur) tak salah memilih Abu Hasan sebagai pengemban amanah. Di bawah kendali mantan Kepala Biro Humas dan PDE Setprov Sultra, Butur kini kian maju. Hal ini tak lepas dari kemampuannya melihat potensi daerah berjuluk Lipu Tinadeakano Sara. Lihat saja, produksi tanaman organik Butur kini mulai diminati. Tidak hanya warga lokal, namun juga provinsi lain hingga mancanegara.

Bupati Butur, Abu Hasan memahami potensi daerahnya. Makanya, ia menetapkan pertanian menjadi sektor unggulan dan penggerak perekonomian rakyat yang utama. Apalagi Butur dianugerahi lahan pertanian yang luas dan tanah yang subur. Bertumpu pada sektor pertanian, volume ketersediaan pangan akan dipengaruhi oleh peralihan musim dalam setahun. Di musim panen, pangan akan melimpah dan sebaliknya.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Butur, Ir Hasruddin

Untuk menyiasati hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Butur membangun lumbung-lumbung pangan. Dengan begitu, ketersediaan pangan di musim paceklik bisa terpenuhi. Untuk urusan pangan, Dinas Ketahanan Pangan setempat ditunjuk sebagai leading sektor. Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Butur, Ir Hasruddin mengatakan pembangunan lumbung pangan di sejumlah kecamatan merupakan strategi jitu yang dicetuskan Abu Hasan sebagai kepala daerah yang jeli melihat potensi daerah. Kini Pemkab Buton Utara sudah memiliki lima titik lumbung pangan.

“Hingga saat ini kita sudah membangun lima lumbung pangan. Masing-masing ada di kecamatan Kulisusu. Kemudian dua di Kulisusu Barat, di Bunonegunu juga sudah punya dua lumbung,” jelasnya. Kehadiran lumbung pangan kata dia, memastikan rakyat Butur bebas dari pecaklik di musim kering. Mobilisasi pangan antar desa dan kecamatan tetap stabil sepanjang tahun.

Sehingga, meski di musim kering, pangan tetap siap dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Butur. Bahkan tetap bisa menyuplai ke kabupaten tetangga seperti Muna dan Buton. Selain itu, tersediannya lumbung pangan juga sukses memperkuat budaya menyimpan hasil panen bagi masyarakat secara mandiri. ” Intinya, pertanian menjadi sektor unggulan dan penggerak perekonomian rakyat,” tandasnya. (b/lyn/adv)

Jaga Kualitas, Optimalkan Proses Pengeringan

KENDARIPOS.CO.ID — Kualitas panen tidak selalu menjamin kualitas produksi pangan. Ada tahapan dan proses yang harus dilakukan petani agar komoditas pangan yang siap konsumsi tetap berada pada performa terbaiknya. Salah satunya proses pengeringan.

Masa dan tempat pengeringan pangan misalnya gabah akan mempengaruhi kualitas beras yang dihasilkan. Olehnya itu, pemerintah harus hadir untuk memberikan fasilitas lantai jemur bagi para petani. “Kita cek di mana yang banyak menghasilkan, kita bikin lantai jemur lebih banyak di sana. Supaya hasilnya maksimal, maka harus dijemur dengan baik,” ujar Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Butur, Ir. Hasruddin.

Sebanyak 13 lantai jemur sudah dimanfaatkan oleh masyarakat. Itu tersebar di empat kecamatan penghasil padi di Buton Utara. Dia pun memastikan dengan adanya lantai jemur membuat kualitas beras yang diproduksi masyarakat lebih terjaga. “Di Kecamatan Kulisusu itu 1 lantai, Kulisusu Barat 8 lantai, karena di sana memang banyak petaninaya. Bonegunu 3 lantai dan 1 lantai di Kambowa,” ujarnya. (c/lyn/adv)

Manfaatkan Pekarangan dengan Konsep KRPL

KENDARIPOS.CO.ID — Kementerian Pertanian menginisiasi optimalisasi pemanfaatan pekarangan melalui Konsep Rumah Pangan Lestari. Tujuannya untuk menjamin kesinambungan penyediaan bahan pangan rumah tangga. Konsep itu bisa dikembangkan lebih luas di skala desa. Itu dinamai Kawasan Rumah Pangan Lestari. Pemkab Buton menyambut positif program tersebut. Sejauh ini sudah 20 desa yang menjadi KRPL itu. Masyarakat mengembangkan sumber daya pangan lokal di lokasi tersebut. “Mulai dari pembibitan hingga masa panen itu dikelola dengan baik oleh masyarakat. Sayuran, cabai dan lainnya itu rata-rata ada di pekarangan mereka,” jelas Kadis Ketahanan Pangan Butur, Ir. Hasruddin.

Dia menambahkan komitmen pembinaan dan pengembangan KRPL itu terus dioptimalkan. Selain KRPL, Dinas Ketahanan Pangan juga membentuk Kelompok Mandiri Pangan (KMP). “Kita juga punya KMP, itu sudah ada 7 kelompok yang dibentuk di 7 desa, dalam urusan pangan mereka sudah mandiri, untuk kebutuhan keluarga sehari-hari sudah tidak banyak belanja lagi dari luar,” jelas kadis.

Tujuh desa dimaksud yakni Desa Kasulantobi, Lapandewa, Labulanda, Dampala Jaya, Mekar Jaya, Tomoahi dan Banua-Banua Jaya. ” Ini masih terus kita lakukan pembinaan juga di desa-desa lain sehingga masih akn bertanbah KMP kita,” ujarnya. Tidak hanya itu, pihaknya juga meningkatkan sosialisasi dan menggelar kegiatan program B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, Aman). “Program ini kita sudah 4 kali kita lakukan di tingkat kabupaten dankita juga terlibat di tingkat provinsi,” pungkasnya. (c/lyn/adv)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy