Jangan Sampai Terlewat, Pastikan Anda Tercatat, Oleh : Andriana Lisnasari, S.ST. – Kendari Pos
Opini

Jangan Sampai Terlewat, Pastikan Anda Tercatat, Oleh : Andriana Lisnasari, S.ST.

Andriana Lisnasari, S.ST.

KENDARIPOS.CO.ID — Sensus Penduduk adalah pendataan penduduk/warga Indonesia secara menyeluruh baik yang tinggal di wilayah Indonesia maupun di luar wilayah Indonesia, dan WNA yang telah dan akan tinggal selama minimal satu tahun di wilayah Indonesia. Sensus Penduduk dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 10 tahun sekali dan pada tahun 2020 ini, BPS akan melaksanakan sensus penduduk yang ke-tujuh. Tidak hanya Indonesia saja yang melaksanakan sensus penduduk di tahun ini, namun 53 negara lain di dunia juga melaksanakan sensus penduduk pada tahun 2020, diantaranya adalah Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Penyelenggaraan sensus penduduk dilandasi oleh UU No.16 tahun 1997 tentang statistik, PP No.51 tahun 1999 tentang penyelenggaraan statistik, Perpres No.39 tahun 2019 tentang satu data Indonesia, dan Perpres No.62 tahun 2019 tentang Strategi Nasional Percepatan Administrasi Kependudukan untuk Pengembangan Statistik Hayati. Selain itu, hasil sidang ke-46 Statistical Commision World Population and Housing Programme (UN Recommendation) juga menyebutkan bahwa setiap negara harus melakukan sensus penduduk minimal 10 tahun sekali karena sensus penduduk dan perumahan merupakan sumber data utama untuk merumuskan, melaksanakan, dan memantau kebijakan dan program pengembangan sosial ekonomi inklusif dan kelestarian lingkungan, serta sebagai pengukur kemajuan Agenda 2030 untuk Sustainable Development Goals (SDGs).

Saat pencanangan Pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 di Istana Negara pada 24 Januari 2020 yang lalu, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa saat ini data merupakan komoditas kekayaan baru yang paling penting di dunia. Data adalah the new oil, bahkan lebih berharga dari minyak. Beliau juga menambahkan bahwa data kependudukan yang valid dan akurat merupakan salah satu kunci utama dalam suksesnya pembangunan sebuah negara. Data penduduk adalah data dasar untuk membuat perencanaan dan evaluasi pembangunan di berbagai bidang. Data hasil SP2020 nantinya tidak hanya bermanfaat untuk perencanaan masa kini, namun juga proyeksi sampai 2050. Selain menyediakan parameter demografi (mortalitas, fertilitas, dan migrasi) dan proyeksi penduduk untuk keperluan indikator SDGs, sensus penduduk 2020 (SP2020) bertujuan untuk menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia menuju satu data kependudukan Indonesia. Mengutip apa yang pernah disampaikan Presiden Joko Widodo pada saat Peresmian Pembukaan Rakortek SE2016 di Istana Negara, bahwa kesimpangsiuran sejumlah data dari berbagai kementerian dan lembaga menjadi salah satu penyebab tidak optimalnya pelaksanaan kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, terbitnya Perpres No.39 Tahun 2019 tentang satu data Indonesia menjadi langkah awal pemerintah dalam pengambilan kebijakan berdasarkan data dengan tiga prinsip utama (satu standar data, satu metadata baru, dan satu portal data).

Sebagai gambaran kondisi data jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2018 menurut Ditjen Dukcapil Triwulan II-2018 adalah sebesar 263,9 juta jiwa, sedangkan menurut BPS-BAPPENAS: Proyeksi Penduduk 2015-2045 adalah sebesar 264,2 juta jiwa. Perbeedaan tersebut disebabkan karena adanya perbedaan konsep, definisi, dan metode pengumpulan data yang digunakan. Berangkat dari hal tersebut, SP2020 menjadi sensus penduduk Indonesia pertama yang memanfaatkan data Administrasi Kependudukan dari Ditjen Dukcapil sebagai data dasar. Upaya ini merupakan sebuah inovasi untuk mewujudkan satu data kependudukan Indonesia. Selain itu, terdapat perubahan mendasar dalam pelaksanaan sensus penduduk 2020 kali ini dibanding dengan sensus penduduk sebelumnya. Perubahan tersebut adalah perubahan metode, dimana sensus penduduk sebelumnya menggunakan metode tradisional atau melakukan pencacahan lapangan secara penuh. Sedangkan pada SP2020 metode yang digunakan adalah metode kombinasi, yaitu menggunakan data registrasi kependudukan yang relevan dengan sensus sebagai data dasar (prelist). Perubahan selanjutnya adalah perubahan alat pengumpulan data yang digunakan. Pada SP2020 ini, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Computer Aided Web Interviewing (CAWI) yaitu pengisian informasi kependudukan secara mandiri melalui aplikasi web, Computer Asisted Personal Interviewing (CAPI) yaitu pendataan dengan wawancara oleh petugas menggunakan kuesioner elektronik dalam gawai (handphone), dan Pencil and Paper Interviewing (PAPI) yaitu pendataan dengan wawancara oleh petugas menggunakan kuesioner kertas.

SP 2020 akan dilaksanakan dalam dua tahap, tahap pertama yaitu sensus penduduk online yang akan dilaksanakan pada 15 Februari-31 Maret 2020 dan tahap kedua adalah sensus penduduk wawancara yang dilaksanakan pada 1-31 Juli 2020. Sensus penduduk online ini menggunakan metode CAWI, dimana masyarakat dapat melakukan sensus secara mandiri dengan mengakses laman web sensus.bps.go.id yang dapat diakses dengan mudah melalui komputer desktop ataupun smartphone. Ketika masyarakat mengakses laman tersebut maka masyarakat akan diminta untuk memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK) sebagai identifikasi awal untuk memunculkan data registrasi kependudukan yang sudah terdaftar dalam database kependudukan. Selanjutnya, masyarakat akan dipandu untuk mengisi beberapa pertanyaan terkait data kependudukan individu, pekerjaan, pendidikan, dan perumahan. Sebelum sensus online mulai dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 2020 nanti, saat ini masyarakat dapat melakukan pengecekan keberadaan NIK dan nomor KK pada database kependudukan terlebih dahulu. Pengecekan tersebut dapat dilakukan melalui laman sensus.bps.go.id/cek. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa masyarakat yang NIK dan nomor KK-nya sudah terdaftar dalam database kependudukan dapat berpartisipasi dalam melakukan sensus penduduk online mandiri.

Laman pengecekan NIK dan nomor KK tersebut akan ditutup pada tanggal 14 Februari 2020, tepat sebelum dimulainya sensus penduduk online pada 15 Februari 2020. Namun, apabila NIK dan nomor KK belum terdaftar dalam database kependudukan sehingga tidak dapat melakukan sensus penduduk online, masyarakat tidak perlu khawatir karena terdapat sensus penduduk wawancara yang akan dilaksanakan mulai tanggal 1 Juli 2020 mendatang. Masyarakat yang tidak melakukan sensus mandiri secara online akan didata pada saat sensus penduduk wawancara. Pada tahap sensus penduduk wawancara, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan CAPI dan PAPI. Data masyarakat yang dikumpulkan dalam SP2020 ini dijamin kerahasiaannya dengan UU No. 16 Tahun 1997 tentang statistik. Terkait dengan jaminan kerahasiaan data tersebut, aplikasi sensus penduduk online dan database untuk pengolahan sensus penduduk wawancara dibuat dengan tingkat keamanan yang tinggi. Setelah dilaksanakan pendataan sensus penduduk online pada 15 Februari-31 Maret 2020 dan sensus penduduk wawancara pada 1-31 Juli 2020, kemudian akan dilakukan pendataan secara sampel untuk pengumpulan informasi kependudukan dan perumahan guna menghasilkan berbagai parameter demografi dan indikator sosial lainnya pada bulan Juli 2021 mendatang.

Sesuai dengan tagline SP2020 yaitu mencatat Indonesia, maka diharapkan partisipasi dari seluruh masyarakat dalam mensukseskan SP2020 baik dengan melakukan sensus mandiri pada saat sensus penduduk online maupun dengan menerima kunjungan petugas saat sensus penduduk wawancara dan menjawab setiap pertanyaan dengan jujur dan benar. Partisipasi masyarakat dalam SP2020 akan sangat berarti bagi penajaman program-program pemerintah jangka panjang. (**)

*Penulis adalah Statistisi Ahli Pertama di Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kendari.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy