Jalur Sepanjang 600 Meter di Poros Morosi Rusak Parah – Laman 2 – Kendari Pos
Konawe

Jalur Sepanjang 600 Meter di Poros Morosi Rusak Parah

Gerak lambat pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari dalam menangani jalan nasional yang rusak di kecamatan Morosi, menuai kritikan pedas dari pemerintah kabupaten (pemkab) Konawe. Pemkab melalui Wakil Bupati (Wabup) Konawe Gusli Topan Sabara menyatakan sikap mendukung aksi blokade jalan yang dilakukan oleh warga desa Paku Jaya, Kecamatan Morosi.

Dukungan serupa rupanya juga datang dari institusi legislatif di Konawe. Wakil Ketua II DPRD Konawe, Rusdianto satu sikap dengan pemkab Konawe. Mereka berharap, BPJN XXI Kendari segera melakukan langkah cepat dalam menuntaskan kerusakan jalan nasional di Kecamatan Morosi. “Bukan hanya di desa Paku Jaya yang rusak. Desa Tondowatu dan Tanggobu juga rusak jalannya. Bisa dibilang, tiga desa di kecamatan Morosi itu paling parah kerusakan jalannya,” ujar Rusdianto saat ditemui di kediamannya, Kamis (6/2).

Rusdianto menyebut, apa yang dikatakan Wabup Konawe terkait kritikan kepada BPJN XXI Kendari sudah tepat. Sebab sudah menjadi konsumsi masyarakat bahwa jalan rusak di desa Paku Jaya, Tondowatu dan Tanggobu merupakan tanggung jawab BPJN XXI Kendari. Apa yang dilakukan warga setempat, menurut Ketua DPC PDIP Konawe itu, sudah sangat wajar dilakukan sebagai bentuk protes akses infrastruktur di wilayah mereka yang tak kunjung dibenahi.

“Siapapun masyarakat pasti tidak terima. Artinya, mereka itu kan ada di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) di kecamatan Morosi. Masa jalannya seperti itu,” cetusnya. Dalam pemahaman legislator Konawe dua periode itu, semua kawasan PSN dimanapun itu, akses infrastruktur menjadi barang wajib yang mesti dibangunkan oleh pemerintah pusat. Sebagai perpanjangan tangan Kementerian PUPR di daerah, BPJN XXI Kendari punya kewajiban untuk memastikan jalan nasional di jazirah Sultra terkhusus di kecamatan Morosi dalam kondisi layak untuk dilalui masyarakat.

“Apalagi, jalan di tiga desa itu menjadi akses penghubung warga yang hendak ke Konawe Utara maupun Sulawesi Tengah. Intinya, jalan itu memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ungkapnya. Dirinya menambahkan, dampak kerusakan jalan nasional di kecamatan Morosi, bukan hanya dirasakan masyarakat setempat. Secara tidak langsung, penduduk Sultra di tiga wilayah yakni Kendari, Konawe dan Konawe Utara pasti juga merasakan dampak serupa.
Rusdianto juga khawatir, jika kerusakan jalan itu tak kunjung diperbaiki, bukan tidak mungkin warga setempat melakukan aksi blokade jalan dalam skala yang lebih besar. “Jangan sampai hari ini batang pisang yang ditanam. Bisa jadi, besok-besok aksesnya ditutup secara menyeluruh oleh warga desa Paku Jaya, Tondowatu dan Tanggobu,” argumennya.

Laman: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy