Jagung Kuning Bakal Jadi Andalan Ekspor – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Jagung Kuning Bakal Jadi Andalan Ekspor

Bupati Muna LM. Rusman Emba (dua dari kiri) didampingi Dosen Ahli UHO Anas Nikoyan (kanan) dan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Muna Anwar Agigi ihwal penjajakan kerja sama pengembangan jagung.

KENDARIPOS.CO.ID — Bupati Muna LM. Rusman Emba kembali melakukan penjajakan kerja sama dengan investor di bidang pertanian berbendera PT. Rinjani Agro Corporate. Pemkab dan perusahaan akan menggarap potensi jagung kuning Kabupaten Muna menjadi komoditas dengan kualitas ekspor pertama di Sultra. Kerja sama itu didukung langsung Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Penjajakan kerja sama tersebut dilakukan usai rapat pembahasan pengembangan jagung berbasis korporasi di ruang rapat Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian pada Rabu lalu. Rapat dihadiri Direktur Tanaman Pangan, pihak BNI pusat, BPD Sultra, Pemkab Muna dan investor. Hasilnya, Kementan menetapkan Kab. Muna sebagai pilot project pengembangan jagung kuning baik budidaya, pengolahan pascapanen, pemasaran hingga industri.

Bupati Muna LM. Rusman Emba menyebut pertemuan tersebut menyepakati beberapa hal penting diantaranya perusahaan PT. Rinjani Agro akan berinvestasi di Muna. Kesepakatan itu setelah Kementerian Pertanian menetapkan Kabupaten Muna menjadi lokasi utama pilot project pengembangan jagung kuning nasional. Potensi komoditas itu sangat menjanjikan dari segi bisnis perusahaan. Sementara Pemkab akan mendapatkan income berupa peningkatan pendapatan masyarakat maupun serapan tenaga kerja lokal. “Karena ini konsepnya industri. Makanya akan ada tenaga kerja lokal yang diberdayakan,” katanya saat dihubungi, Kamis (6/2).

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Muna, Anwar Agigi, menyebut kemitraan antara Pemkab dan perusahaan menggunakan pendekatan industri. Langkah komprehensif dilakukan guna mendukung pengembangan industri jagung kuning kualitas ekspor tersebut. Diantaranya Pemkab dan perusahaan akan melakukan pendampingan mulai dari penyiapan lahan, penyediaan bibit, sentuhan mekanisasi, pengolahan pasca panen dan pemasaran. “Konsep sederhanannya industrinya yang dibawa ke Muna. Perusahaan menjemput bola langsung ke petani,” jelasnya.

Pemkab Muna menargetkan perusahaan dapat menyerap produksi jagung hingga 16 ribu ton. Untuk mencapai target tersebut, Pemkab akan menggenjot lahan jagung dari 4.846 hektare menjadi 10.000 hektar. Target itu akan dicapai selama dua tahun sampai 2021 mendatang. Rencana tersebut sudah disahuti oleh Kementan dengan membantu pembukaan 2.000 hektare lahan pada tahun ini. “Selain jumlah luasan, produksinya juga akan ditingkatkan dari saat ini baru 4,5 ton per hektare menjadi tujuh ton per hektar,” terangnya.

Anwar Agigi meneruskan, Pemkab sudah menyusun perencaan guna mencapai target tersebut dengan membuat kawasan pertanian jagung. Bedasarkan analisis pemetaan menggunakan teknologi dron dan software analisis, Distan menetapkan 17 cluster utama perkebunan jagung di 22 kecamatan dengan tiga wilayah utama yakni Parigi, Kabangka dan Watopute. Setiap cluster minimal 500 hektare. Pengembangannya menggunakan konsep budidaya berkelanjutan dengan pendekatan menjamin ketersediaan stok, manajemen pengawas dan pengelola, peralatan mekanisasi dan irigasi, material budidaya dan pascapanen.

Laman: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy