Inspirasi La Duku S.Pd., M.Pd : Termotivasi Nasehat Orangtua – Kendari Pos
Edukasi

Inspirasi La Duku S.Pd., M.Pd : Termotivasi Nasehat Orangtua

La Duku S.Pd., M.Pd

KENDARIPOS.CO.ID — Kerja keras La Duku S,Pd., M.Pd berbuah manis. Meski terlahir dari keluarga sederhana, La Duku tak patah arang mengejar mimpi. Ayahnya petani, ibunya hanya ibu rumah tangga. Tinggal di Desa Wadiabere, Kecamatan Gu, Buton Tengah. La Duku diam-diam menjaga mimpi. Ia terus merintis karir, hingga kini diberi amanah menjadi Kepala MTs Negeri 1 Kendari.

Saat lulus Sekolah Dasar di desa, ia memilih melanjutkan pendidikan di Kota Baubau. Numpang di rumah kerabatnya selama menuntut ilmu di Madrasah Tsnawiyah Baubau. “Orang tua saya tidak punya sekolah, beliau pernah berpesan kepada saya untuk bersekolah dan giat belajar serta tidak mengikuti jejaknya yang hanya seorang petani,” bebernya.

Ia ingat betul nasehat orangtuanya agar berakhlak baik, disiplin dan jujur. Itulah yang memotivasi La Duku untuk terus bersekolah, meskipun harus merantau di kampung orang. Lulus Madrasah tahun 1983 silam, La Duku melanjutkan pendidikannya di Sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA) di Kendari. Padahal kala itu, ia tak punya apa-apa, yang dia punya hanyalah semangat mengejar mimpi.

Setelah lulus Sekolah PGA Kendari pada 1987, La Duku langsung direkomendasikan untuk menjadi guru bantu di PGA. Ia pun tak menyianyiakan kesempatan tersebut. Dua tahun mengabdi sebagai honorer, La Duku langsung terangkat jadi ASN tahun 1991.

“Selain karena pengabdian. Mungkin penilaian lain karena saya selalu berpartisipasi dalam ajang keolahragaan. Waktu itu saya aktif di olahraga sepak bola, tenis meja dan bola voli. Bahkan, saya pernah tergabung dalam Persatuan Sepak Bola Kendari (PSK) serta beberapa kali mewakili Sultra maupun Kemenag bertanding ditingkat nasional,” jelasnya.

Saat jadi ASN, La Duku langsung ditempatkan di MTs Negeri 1 Kendari. Setelah enam bulan bertugas, La Duku diperbantukan di MTs Filial Kandari (kelas jauh dari MTs Negeri 1 Kendari) yang saat ini sudah menjadi MTs Negeri 2 Kendari.

Di sana, ia mengajar selama 14 tahun lamanya dari 1991 – 2006. Itulah, awal karir La Duku sebagai Kepala Sekolah. “Dipertengahan jalan, MTs Negeri Filial Kendai menjadi MTs Negeri 2 Kendari pada (1995). Saat itulah saya dipercaya sebagai penanggungjawab di madrasah tersebut,” tuturnya.

Tahun 2006, La Duku dipindahkan di MTs Negeri 1 Kendari. Tahun 2009, La Duku dipercaya untuk memimpin MTs Negeri 1 Konawe. Ia sempat mengajar di Konawe, namun tak lama. Tahun 2011 La Duku kembali di Kendari, menjadi guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kendari. Hanya dua tahun di MAN, La Duku kembali menjadi Kepala MTs Negeri 1 Konawe. Tahun 2014, La Duku kembali menjadi Kepala MTs Negeri 1 Kendari.

“Saya anggap profesi ini sebagai ladang ibadah. Kalau kita memberikan ilmu pengetahuan kepada orang, maka ilmu pengtetahuan itu akan berkembang dengan sendirinya, kemudian kita sendiri tidak akan berkurang ilmu yang kita berikan, malahan akan menjadi amal jariyah bagi kita. Itulah alasan saya kenapa mau jadi guru,” tandasnya. (ags/b)

Rengkuh Adiwiyata Nasional

Di bawah nakhoda La Duku, MTs Negeri 1 Kendari terus berbenah. Ketika baru memipin, La Duku langsung melakukan pembenahan besar-besaran. Menata dan membersihkan lingkungan, hingga melakukan pebaikan saluran air yang selama ini menjadi biang kumuhnya sekolah tersebut.

Hasilnya, MTs Negeri 1 Kendari berhasil mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup RI pada Desembernlalu (2019) yang diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya.

“Penghargaan itu merupakan hasil dan kerja keras seluruh elemen madrasah, mulai dari guru,staff, siswa dan orang tua siswa dalam mendukung program-program madrasah yang berbasis lingkungan,” kata La Duku.

Program berbasis lingkungan, kata dia, adalah selain membersihkan lingkungan, juga menjalankan program tumbler. Siswa diwajibkan membawa botol minuman sendiri, sehingga mampu mengurangi penggunaan sampah plastik.

“Selain karena kesadaran warga madrasah, capaian prestisius itu juga kami dapatkan berkat
pendampingan yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sehingga kami berhasil meraih penghargaan adiwiyata tingkat nasional,” ungkap La Duku.

Ia optimis, kedepan, pihaknya bisa mempertahankan predikat tersebut. Tidak menutup kemungkinan, kata La Duku, pihaknya bakal meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri. “Asalkan kita semua saling membantu, yakin dan percaya kita akan bisa mendapatkannya. Saya terus berupaya agar anak-anak selalu menjaga dan mencintai lingkungannya. Karena dari situlah awal kehidupan yang lebih baik,” tandasnya. (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy