IHSG dan Rupiah Melemah – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

IHSG dan Rupiah Melemah

Ilustrasi uang Rupiah

KENDARIPOS.CO.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 19,91 poin atau 0,34 persen ke posisi 5.787,14 pada penutupan perdagangan saham, Selasa (25/2). Melansir website resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 18.36 Wita, saham Jakarta Islamic Index (JII) diketahui melemah 5,14 poin ke posisi 609,58 dari sebelumnya 614,72. Sementara itu, indeks saham LQ45 menguat 0,02 persen ke posisi 941,68.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.814,68 dan terendah 5.752,33. Sektor industri dasar dan konsumer masing-masing melemah 11 poin (0,56 persen) dan 24 poin (2,86 persen) menjadi penyumbang terbesar bagi pelemahan IHSG. Sebanyak 237 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 163 saham menguat dan 283 saham diam di tempat. Transaksi perdagangan saham tercatat lebih ramai dibandingkan sehari sebelumnya dengan total frekuensi perdagangan saham 399.075 kali dengan volume perdagangan 5,113 miliar saham dan nilai transaksi harian saham Rp 5,4 triliun.

Adapun saham-saham yang melemah dan mendorong IHSG terperosok di antaranya AYLS yang turun 31 poin ke Rp 69 per lembar saham, YPAS melemah 49 poin ke Rp 133 per saham dari yang sebelumnya Rp 182, SINI melemah 285 poin menjadi Rp 960 per saham. Sedangkan saham yang menguat antara lain BRAM naik 1.000 poin ke Rp 5.500 per saham, IBST naik 800 poin ke Rp 6.000 per saham dan PURE naik 42 poin ke Rp 184 per saham. Selain IHSG, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika juga diperdagangan melemah tipis 15 poin (0,11 persen) ditutup pada level Rp 13.886. Sementara itu investor asing mencatatkan penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 794,07 miliar di pasar reguler.

Menurut Marketing Officer Indopremier, Zulwan, pelemahan bursa AS dan kekhawatiran penyebaran Virus Corona menyebabkan IHSG tertekan. Meski demikian, pola gerak IHSG masih terpantau berada di rentang konsolidasi. Artinya, masih ada potensi kenaikan di hari berikutnya. “Tadi pagi (kemarin) sempat ada kepanikan pasar sehingga semua saham mayoritas merah. Tapi sekitar sejam setelah pembukaan, saham di Indonesia kembali menguat. Rata-rata penguatannya ada di sektor infrastruktur dan tambang. Melihat komposisi hari ini, harusnya IHSG akan menguat pada pembukaan perdagangan besok (hari ini),” ungkap Zulwan kepada Kendari Pos, kemarin (25/2).

Mengenai dampak Virus Corona, kata dia, tidak akan berpengaruh signifikan terhadap bursa saham Indonesia. Alasannya, hingga hari ini belum ada korban. Menteri Keuangan Sri Mulyani yang mengeluarkan peraturan untuk membatasi dampak Corona di Indonesia juga diproyeksi akan melahirkan sentimen positif di pasar efek. “Dibandingkan Amerika, Korea, China, Jepang, dan negara terdampak lainnya, pelemahan kita masih lebih rendah. Kita lebih kuat melawan,” pungkasnya. (uli/B)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy